“Saat ini untuk arus lalu lintas sudah berjalan dengan normal,” ujarnya.
Meskipun tak ada korban jiwa, namun kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa itu mencapai Rp 20 juta karena isi muatan dan kendaraan rusak.
Dalam kesempatan itu, Edy mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan jalan utama atau tidak memotong arah utamanya saat membawa muatan berat. Sebab banyak jalur-jalur ekstrem di daerah Kabupaten Trenggalek.
“Diduga pengemudi kurang menguasai jalur atau medan. Iya, sopir mengikuti aplikasi google maps,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor :



















