Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama 11 hari libur lebaran 2024, Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung melakukan manajemen lalu lintas pada beberapa titik simpang empat di Tulungagung. Hal itu dilakukan untuk memberikan prioritas bagi kendaraan yang melintas selama arus mudik dan arus balik.
Kabid Lalu Lintas (Lalin), Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto mengatakan, di wilayah kota sendiri, setidaknya ada lima titik simpang empat yang dilakukan manajemen lalu lintas selama libur lebaran. Manajemen lalu lintas itu berlaku mulai Jumat (5/4/2024) sampai dengan Senin (15/5/2024).
Diketahui, lima titik simpang empat itu di antaranya simpang empat Rumah Sakit (RS) lama, simpang empat BTA, simpang empat Prayit, simpang empat Tamanan dan simpang empat Masjid Al Muslimun. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan selama libur lebaran.
“Selama libur lebaran ini, kami melakukan manajemen lalu lintas pada lima titik simpang empat dan hari ini terakhir. Mungkin ada sebagian masyarakat yang sadar dan tidak sadar atas manajemen lalu lintas ini,” kata Panji Putranto, Senin (15/4/2024).
Terkait manajemen lalu lintas yang dilakukan, ungkap Panji, pihaknya menambah dan mengurangi durasi pada beberapa sisi simpang empat yang menjadi sasaran. Sebagai contoh untuk simpang empat RS Lama, Prayit dan BTA, pada sisi utara dan selatan memiliki durasi lampu hijau yang lebih lama.
Sedangkan untuk simpang empat Tamanan, durasi lampu hijau yang lama berlaku pada sisi barat dan timur lantaran sisi tersebut merupakan jalan nasional. Penambahan durasi lampu hijau tersebut memang dilakukan pada jalan nasional yang menjadi jalan penghubung antar Kabupaten.
“Kami memang menghindari penumpukan kendaraan pada jalan nasional selama libur lebaran ini. Sedangkan untuk durasi lampu hijau pada sisi lain dari lima simpang empat tersebut kami buat lebih pendek,” ungkapnya.
Selama pemberlakuan manajemen lalu lintas ini, Panji menyebut jika hampir semua durasi traffic light diatur pada Traffic Room yang ada di Kantor Dishub Tulungagung. Namun pihaknya mengakui jika masih ada beberapa traffic light yang belum bisa dikontrol secara langsung melalui Traffic Room.
Hal itu terjadi pada tiga titik traffic light yang berada di simpang empat Al Muslimun, simpang empat Gleduk dan Simpang Empat Cuiri. Hal itu membuat Dishub Tulungangagung harus mengatur durasi traffic light pada tiga titik simpang empat tersebut secara manual dengan mendatangi simpang empat tersebut.
“Tiga simpang empat itu merupakan jalur alternatif yang biasa digunakan pengguna jalan dari arah barat untuk menuju kawasan Kediri maupun Blitar, sehingga masih belum bisa dikontrol melalui Traffic Room,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















