Membeli LPG 3 Kilogram di Kabupaten Kediri Semakin Sulit, Ibu-ibu Mulai Menjerit dan Memasak Terpaksa Diirit

Membeli LPG 3 Kilogram di Kabupaten Kediri Semakin Sulit, Ibu-ibu Mulai Menjerit dan Memasak Terpaksa Diirit

Dikatakannya, setiap hari membutuhkan LPG 3 kilogram empat tabung. Digunakan untuk memasak di rumah dua tabung dan untuk berjualan dua tabung.

Penjual soto daging ini pun ngedumel. “Lha iya… LPG 3 kilogram ini kosong sungguhan atau permainan atau distribusinya tersendat?,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memulai transformasi subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 kilogram.

Read More

Sejak awal tahun 2024, Kementerian ESDM bersama PT Pertamina Patra Niaga melakukan pendataan berbasis teknologi kepada setiap pengguna LPG 3 kilogram.

Langkah ini dilakukan supaya pengguna yang terdaftar secara resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku akan menjadi penerima manfaat.

“Proses transformasi ini akan dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan kesiapan data, infrastruktur, serta kondisi ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi, di Jakarta, Jumat (31/5).

Agus menegaskan bahwa saat ini masih dilakukan tahapan pencatatan data pembeli LPG 3 kilogram.

Pada 1 Juni 2024, menandai kick off dimulainya kewajiban pencatatan berbasis teknologi menggunakan Merchant Apps Pangkalan (MAP) di setiap pangkalan LPG.

Jadi, katanya, saat ini belum ada pembatasan langsung terhadap pembelian LPG 3 kilogram, melainkan perubahan pencatatan data pengguna LPG 3 kilogram.

“Dari semula logbook manual, menjadi berbasis teknologi menggunakan MAP. Bagi pemilik KTP yang belum terdaftar ada tambahan waktu untuk difasilitasi pendaftaran pada sistem penjualan LPG,” tukasnya.

Adapun per 30 April 2024, sudah terdapat 41,8 juta NIK yang mendaftar Subsidi Tepat LPG, di mana 86 % pendaftarnya adalah dari sektor rumah tangga.

Selebihnya 5,8 juta NIK dari usaha mikro; 12,8 ribu NIK dari petani sasaran; 29,6 ribu NIK nelayan sasaran; dan 70,3 ribu pengecer LPG.

Seperti dilansir laman ESDM, hingga April 2024, realisasi penyaluran LPG 3 kilogram sebanyak 2,68 juta Metrik Ton (MT) atau 33,38 % dari prognosa.

Kemudian, dengan mempertimbangkan rata-rata penyaluran harian LPG 3 kilogram pada bulan Januari dan Februari 2024 setiap kabupaten/kota dan upaya pengendalian kuota LPG 3 kilogram, diproyeksikan penyaluran LPG 3 kilogram tahun 2024 sebesar 8,121 juta MT.

“Kementerian ESDM akan terus melakukan upaya pengendalian penyaluran LPG 3 kilogram, antara lain melalui monitoring penyaluran LPG dan implementasi pencatatan transaksi LPG 3 kilogram di pangkalan melalui MAP,” tutup Agus.

Editor: Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *