Dalam pidatonya, Teguh Narutomo tidak hanya membacakan arahan nasional, tetapi juga menyoroti tantangan nyata yang dihadapi oleh generasi muda saat ini.
“Perkembangan teknologi, maraknya judi online, aksi bullying, dan kasus narkoba adalah tantangan besar yang harus dihadapi oleh generasi muda. Pramuka hadir untuk mengarahkan mereka dengan pendidikan yang holistik, mencakup life skill, soft skill, dan hard skill, yang akan membentuk generasi dengan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik,” tegasnya.
Apel besar ini juga diisi dengan penyerahan Lencana Pancawarsa dan pemberian santunan kepada 10 anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial yang menjadi salah satu pilar utama Gerakan Pramuka. Sebagai penutup, seluruh peserta apel bersama-sama dengan Pj Bupati Jombang dan jajaran Forkopimda melakukan tarian pom pom merah putih, yang menggambarkan semangat persatuan dan cinta tanah air.
Momentum peringatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga ajang refleksi bagi seluruh anggota Pramuka di Jombang. Budi Waseso dalam arahannya juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat Gerakan Pramuka sebagai aktor penggerak perubahan menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga :Ekskavasi Candi Gedog Terkendala, Ini Kata Disbudpar Kota Blitar
“Gerakan Pramuka telah berperan aktif dalam berbagai bidang, mulai dari penanganan bencana, kegiatan bakti sosial, hingga adaptasi teknologi untuk ketahanan pangan. Semua ini adalah bagian dari kontribusi kami dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.



















