Dalam kesempatan sebelumnya, kata WT, pihak kepolisian berujar menunggu kelahiran bayi itu untuk melanjutkan investigasi karena minimnya saksi.
“Setiap kali berkomunikasi dengan pihak berwajib, kami diminta untuk tidak bertindak gegabah dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat,” ujarnya.
Namun, hingga bayi yang dimaksud melahirkan, WT menyebut tidak ada perkembangan dalam kasus itu. Kecewa dengan proses hukum yang dinilai lamban, WT memutuskan untuk mendatangi pondok secara langsung.
Baca Juga :Jalin Silaturahmi Lewat Khutbah Jumat dan Tekankan Pentingnya Kerukunan di Tahun Politik
Tapi mereka belum dapat menemui pihak pondok dan dijanjikan akan menemui pada malam hari. “Bayi sudah tumbuh besar, tapi tidak ada hasilnya dari Polres,” jelasnya.
Pihaknya berharap agar kepolisian dapat mempercepat penanganan kasus itu untuk menghindari keresahan masyarakat yang kian meningkat, serta memproses hukum pelaku seadil-adilnya.
Apalagi kasus itu diduga melibatkan seorang tokoh agama yang seharusnya menjadi panutan masyarakat.
“Saya ingin proses hukum berjalan dengan adil dan pelaku segera ditemukan serta diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Baca Juga :Pelamar CPNS di Lingkup Pemkot Blitar Banyak yang Gagal, BKPSDM: Sanggah Bukan untuk Perbaiki Berkas
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian soal kasus itu. Namun dalam kesempatan beberapa waktu sebelumnya, Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Zainul Abidin saat dikonfirmasi media membenarkan adanya laporan soal itu.
Pihaknya hanya menyebut kasus itu masih dalam penanganan kepolisian. “Benar ada laporan soal itu. Kasus itu masih berproses,” kata Zainul singkat.



















