Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Puluhan warga di Kabupaten Trenggalek terkonfirmasi terkena HIV (Human Immunodeficiency Virus). Jumlah itu berdasarkan rekapitulasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga :Diterpa Angin Kencang, Pohon Beringin Menimpa Sekolah, Siswa dan Siswi SMPN 2 Papar Pulang Awal
“Jumlah laporan kasus HIV di Kabupaten Trenggalek pada semester pertama tahun 2024 mencapai 34 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Sunarto, Senin (14/10/2024).
Jumlah itu menurun jika dibandingkan dengan laporan semester pertama pada tahun 2023. Tahun 2023, ada sebanyak 104 orang dengan HIV.
Baca Juga :Dua Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye, Bawaslu Kabupaten Tulungagung: Tak Penuhi Unsur Pelanggaran
“Sementara, tahun 2022 sebanyak 83 orang dilaporkan terkena HIV. Jumlah itu lebih besar jika dibandingkan tahun 2021 sebanyak 18 laporan,” imbuhnya.
Ada banyak faktor penyebab penularan, mulai dari penggunaan jarum suntik bergantian terhadap orang yang terinfeksi hingga hubungan seksual.
Namun kata Sunarto, penyebab utama penularan HIV di Trenggalek adalah hubungan seksual dengan pasangan yang sudah terinfeksi penyakit mematikan itu.
Baca Juga :Polres Nganjuk Gelar Operasi Zebra Semeru 2024, Ini yang Diwaspadai
“Untuk penyebab utama tertular dari pasangan atau hubungan seksual,” imbuhnya.
Penularan HIV, lanjut Sunarto tidak terbatas pada orang dewasa. Namun juga dapat terjadi pada bagi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HIV. Oleh karena itu, semua ibu hamil wajib menjalani pemeriksaan HIV.
Jika ada temuan, mereka akan mendapatkan perawatan khusus. Termasuk dalam proses persalinan hingga pemberian asi juga diatur secara khusus untuk meminimalisir risiko penularan.
Baca Juga :Gelar Operasi Zebra Semeru 2024, ini Pesan Kapolres Madiun Kota
“Jika ada temuan, mereka akan mendapatkan perawatan khusus dan pengobatan HIV untuk mencegah penularan terhadap bayi yang dikandung,” ujarnya.
Sunarto menambahkan, selain itu deteksi dini melalui skrining menjadi langkah penting untuk mengendalikan penyebaran.
Mulai dari skrining pada ibu hamil, narapidana di lembaga pemasyarakatan hingga wanita penjaja seks. Sebab langkah pengobatan dini menjadi sangat penting.
Baca Juga :Buron 2 Tahun, Terduga Penggelapan Uang BPNT Diringkus Satreskrim Polres Kediri
Termasuk memasifkan edukasi dan penyuluhan ke lingkungan sekolah tingkat menengah pertama dan atas sederajat.
Kampanye pencegahan HIV itu juga digaungkan dengan adanya duta ataupun pelayanan terhadap remaja baik lewat Kader PIK R hingga duta Genre dan peran masyarakat luas.
Baca Juga :Berhenti Terlalu Mepet, Pemotor di Blitar Tertabrak Kereta Api, Nyawanya Masih Selamat
“Melalui edukasi yang intensif dan melibatkan berbagai pihak, kami berharap dapat menekan angka kasus HIV di Trenggalek dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan,” pungkasnya.



















