Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Polres Trenggalek rutin menggelar patroli pulau terluar. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kejahatan bidang kelautan seperti penyelundupan barang terlarang, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) hingga pencurian ikan (ilegal fishing).
Baca Juga :Pj. Wali Kota Batu Beri Bonus Atlet Peraih Medali Popda XIV dan Peparda II Jatim 2024
“Ini juga sebagai bentuk keseriusan kita dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, yang salah satu di antaranya adalah menangkal kejahatan laut dan TPPO,” kata Kapolsek Watulimo, Iptu Muri, Jumat (8/11/2024).
Pemantauan dan pengawasan lewat patroli pulau terluar itu melibatkan lintas sektor, seperti Satpolairud hingga Posmat TNI AL di Pos Watulimo. Patroli itu menggunakan perahu besar milik nelayan dengan tujuan Pulau Sekel dan Panehan.
Baca Juga :Razia Hunian Lapas Kelas II B Blitar, Temukan Korek Api hingga Pisau Cukur serta Paku
“Titik patroli pulau terluar ada di Pulau Panehan dan Sekel,” imbuhnya.
Pulau Sekel terletak di Samudra Hindia dan berbatasan dengan negara Australia dengan luas 300 m2 dan tidak berpenghuni. Secara geografis pulau Sekel berada pada koordinat 080 24` 350” LS ; 1110 42` 547” BT.
“Sedangkan Pulau Panehan secara administrasi terletak di sebelah selatan Desa Munjungan dan Singgihan dengan luas pulau 0,0535 km2 dengan panjang pantai 1,8 KM. Secara geografis pulau ini berada pada koordinat 080 22` 17” LS ; 1110 30` 41” BT,” imbuhnya.
Baca Juga :Polisi Ringkus Pelaku Perampokan Minimarket di Jombang, Satu Pelaku Dilumpuhkan dengan Timah Panas
Pulau Panehan dikelilingi oleh pulau-pulau kecil lainnya, yaitu di sebelah barat terdapat Pulau Prenjana dan Pulau Kalungan. Pulau Panehan tidak berpenduduk, namun terdapat dua orang yang ditugaskan sebagai penunggu lampu suar.
Melihat kondisi itu, pihaknya mengajak peran serta semua pihak untuk sama-sama mencegah potensi tindak pidana bidang kelautan.
Baca Juga :Lupa Matikan Kompor, Rumah Lansia di Kediri Terbakar
Mengingat potensi tindak pidana bidang kelautan rentan terjadi lantaran dua lokasi itu hanya terjamah dalam aktivitas tertentu. “Untuk itu mari kita jaga bersama-sama,” pungkasnya.



















