“Jadi sebelum berangkat ke negara tujuan, memang harus melapor ke dinas. Ini untuk memudahkan pengawasan atau pemantauan. Ini terus kami sosialisasikan kepada pekerja agar berangkat ke jalur resmi,” ujarnya.
Baca Juga :Target PBB Kota Blitar Rp 14 Miliar, Tercapai Rp 14,7 Miliar
Menurut mantan Camat Sukorejo ini, dari hasil penelusuran, mayoritas warga yang memutuskan bekerja ke luar negeri berusia produktif. Yakni rentang antara 20 tahun ke atas.
Ada pula yang sudah usia 35 ke atas tetapi jumlahnya tak banyak. Sementara jenjang pendidikan adalah lulusan SMA sederajat.
Baca Juga :Ungkap Dua Kasus Narkoba, Ini yang Disita Satresnarkoba Polres Nganjuk
Untuk sektor pekerjaan di luar negeri mulai perkebunan, pertanian, asisten rumah tangga, pekerja di pabrik dan lain sebagainya. Untuk jumlah warga Kota Blitar yang berangkat ke luar negeri pada 2023 lalu sampai Desember jumlahnya masih masih di bawah 300.



















