Masun menjelaskan, selain dari Basarnas pihaknya juga mendapatkan bantuan dari BPBD Jawa Timur, SAR BPBD Ponorogo, MTA Ngawi, SAR Sikatan Ngawi, Mapala Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dan masyarakat setempat.
Baca Juga :Akses 20 Rumah Warga di Trenggalek Kembali Normal Usai 4 Hari Terisolir Akibat Bencana Longsor
“Beberapa sudah berkoordinasi, rencananya juga akan ikut terjun membantu pencarian dan evakuasi,” paparnya.
Kondisi cuaca menurut Masun menjadi salah satu kendala saat pencarian. Pasalnya, tim pencari tidak mau mengambil risiko saat kondisi cuaca tidak memungkinkan. Apalagi potensi hujan di Ponorogo masih terus akan terjadi.
“Kami tidak akan mengambil resiko, jika memang tidak memungkinkan cuacanya ya kita tunda atau kita hentikan dan baru dilanjutkan jika sudah baik,” tandasnya.
Baca Juga :Dok,, Upah Minimum Kabupaten Blitar Rp 2.413.974, Disnaker segera Sosialisasi
Jika selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan, maka secara otomatis misi pencarian akan ditutup. Selanjutnya BPBD akan berkomunikasi dengan keluarga korban.



















