PMK di Nganjuk Meningkat Tembus Ratusan Kasus, Begini Gejala, Cara Menular dan Mengatasinya

PMK di Nganjuk Meningkat Tembus Ratusan Kasus, Begini Gejala, Cara Menular dan Mengatasinya
Penanganan pada hewan ternak yang terjangkit PMK di Kabupaten Nganjuk. (inna/sejahtera.co)

“Gejala awal tadi akan nampak PMK dalam kurun waktu 3-4 hari,” kata Neneng.

Dari awal atau gejala inilah, menyebabkan menurunnya nafsu makan ternak, yang mengakibatkan sapi mengeluarkan lendir berlebihan atau air liur berlebihan sehingga nafsu makan menurun, sapi jatuh sakit dan bahkan mati.

Baca Juga :Kerjasama PSSI – Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko: Bukan Sekadar Kolaborasi tapi Tonggak Penting Bidang Sport Science

Read More

“Kalau air liurnya menetes ke kaki atau diinjak-injak menyebabkan virus yang ada di air liur merembet ke kuku, yang dapat menyebabkan kaki (sapi) luka bahkan pincang,” bebernya.

Untuk itu, Neneng mengimbau para peternak untuk dapat memperhatikan betul kondisi sapi atau hewan ternak. Dengan cara preventif, peternak harus menjaga betul kebersihan lingkungan atau kandang sapi.

“Bersihkan secara rutin dan berkala. Hewan ternak dan juga kandang yang sehat,” jelasnya.

Apabila ditemukan gejala awal PMK, ujar Neneng, peternak agar segera menghubungi dokter hewan atau mantri hewan untuk diobati (vaksinasi). Setelahnya peternak juga harus sabar dan telaten untuk memberikan makan hewan yang sakit dengan cara menyuapinya, kalau hewan dalam kondisi susah makan.

Baca Juga :Kebakaran Kandang Peternakan Ayam di Tulungagung, Kerugian Mencapai Rp 100 Juta

“Berbeda dengan hewan yang belum kena vaksin, hewan yang sudah pernah di vaksin akan lebih kuat dan dengan gejala ringan,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *