Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Jumlah armada Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia (Damri) dengan Trayek Tulungagung-Ponorogo rupanya mulai dikurangi tahun ini. Bahkan Damri untuk trayek ini juga mengalami kendala akibat rusaknya jalan di Kecamatan Pagerwojo akibat bencana.
Plt. Kabid Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung, Aries Prasetyo mengatakan, operasional Damri pada jalur perintis Tulungagung-Ponorogo resmi kembali beroperasi sejak Rabu (15/1/2025).
Hal itu lantaran Damri baru memperbarui kontrak yang berakhir pada Desember 2024. Namun dengan adanya kontrak baru ini, jumlah armada untuk Damri dengan trayek Tulungagung-Ponorogo mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya.
Diketahui, sebelumnya terdapat dua armada yang berangkat dari Tulungagung ke Ponorogo, namun saat ini hanya tinggal satu armada saja.
Baca Juga :Nusron Wahid Benarkan Ada Sertipikat HGB dan SHM di Kawasan Pagar Laut Tangerang, Ini Rinciannya
“Jadi tahun lalu total armada Damri trayek Tulungagung-Ponorogo maupun sebaliknya itu ada 4 armada. Dari Tulungagung ada 2 armada, dari Ponorogo juga 2 armada. Tetapi tahun ini berkurang hanya tinggal 1 saja,” kata Aries Prasetyo, Selasa (21/1/2025).
Pengurangan armada itu, ungkap Aries, diyakini karena tingkat keterisian penumpang Damri trayek Tulungagung-Ponorogo yang terbilang minim.
Pasalnya, diketahui jika tingkat keterisian penumpang Damri tersebut hanya mencapai 30 persen dari total keseluruhan kursi yang tersedia sebanyak 35 seat.
Baca Juga :Kasus TPPO, Polres Malang Tetapkan Tersangka 6 Pemilik Warung Kopi Cetol Pasar Gondanglegi



















