Kurangnya Antok dalam bersosialisasi, ungkap Frejun, diduga karena memang tersangka Antok kerap bekerja di luar wilayah Desa Gombang Kecamatan Pakel, sehingga pihaknya pun kurang mengetahui keseharian Antok.
Kurangnya bersosialisasi yang dilakukan Antok juga terlihat dari kurang aktifnya Antok dalam setiap kegiatan yang diadakan desa.
Bahkan banyak warga Desa Gombang yang mengakui jika memang tersangka Antok ini jarang didapati berada di rumahnya dan justru kerap berada di luar rumah dan baru pulang pada larut malam.
Baca Juga :Alfinsyah Bustami Alias Komeng Kunjungi IKN, Sudah Mendapat Ruangan Yang Istimewa, Apa Itu…?
Atas kasus ini, pihaknya pun cukup menyayangkan jika salah satu warga Desa Gombang yang ternyata merupakan tersangka atas pembunuhan dan mutilasi tersebut.
“Cukup kami sesalkan, apalagi tersangka merupakan warga kami turut berduka kepada keluarga korban agar diberi ketabahan,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang didapat Koranmemo.com, diketahui jika Antok merupakan salah seorang ketua ranting pada salah satu perguruan pencak silat di Tulungagung.
Bahkan tidak hanya itu, Antok juga memiliki rekam jejak yang buruk karena dikenal sebagai penjual mobil bodong sehingga yang membuatnya kerap berada di luar wilayah desanya.
Sesuai rilis yang dilakukan oleh Polda Jawa Timur, diketahui jika hubungan Antok dan Korban bukanlah suami istri, dan Antok sendiri sudah memiliki keluarga dan juga sudah dikaruniai anak. Pembunuhan sadis yang dilakukan Antok ini pun dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati terhadap korban lantaran korban kerap membawa pria lain ke kosnya.



















