Berdasarkan penyelidikan, diketahui W.C diketahui belajar meracik serbuk mercon melalui YouTube. Selanjutnya, bahan-bahan dibeli dari marketplace.
Nah, barang-barang ketika sudah diracik ditawarkan Kembali ke media sosial. Untuk 1 kilogram serbuk mercon dijual Rp 300 ribu. Dari penjualan itu, untung Rp 150 ribu. “Untungnya dua kali lipat. Makanya, rajin membuat serbuk mercon,” katanya.
Baca Juga :Petugas Gabungan di Kediri Tak Temukan Kekurangan di Minyakita Ukuran Satu Liter
Di hadapan polisi, tersangka mengakui perbuatannya. Membuat serbuk mercon untuk mencari keuntungan. Sementara uangnya untuk berlebaran.
“Untungnya banyak soalnya. Makanya saya sudah merencanakan membuat sejak sebelum Ramadan,” pungkas tersangka.



















