Dirinya juga mengakui banyaknya sekolah yang tidak memiliki kepsek berdampak pada turunnya kualitas pendidikan. Bukan tanpa sebab, kepsek memang dituntut untuk mampu memanajemen sekolah yang ia pimpin.
“Mereka (kepsek, Red) adalah penjamin layanan pendidikan, apalagi banyak yang menjadi plt sekolah lain sehingga harus membagi waktu dan pikiran,” tegasnya.
Baca Juga :Sah! Wisuda dan Study Tour PAUD hingga SMP di Nganjuk Resmi Dilarang, Ini Alasannya!
Sebenarnya Dindik Ponorogo berupaya melakukan pengisian melalui seleksi pengisian jabatan yang dibuka beberapa waktu lalu. Tenaga pendidik yang memenuhi syarat sebagai calon kepsek diwajibkan mendaftar.
Selanjutnya, menjalani seleksi sebagaimana diisyaratkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Memang jumlah yang mendaftar tidak sebanding dengan jumlah yang kosong. Tapi kami sudah usulkan ke Pemkab untuk bisa segera dilantik,” pungkas Nurhadi.



















