“Dengan keterampilan yang mereka peroleh, kami berharap mereka dapat lebih mudah berintegrasi kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman,” ujar Ulin.
Produk-produk hasil karya ini tak sekadar dipamerkan, tapi juga dijual lewat media sosial, marketplace, dan galeri kerajinan Lapas. Keuntungannya akan dibagikan ke warga binaan dalam bentuk upah premi.
Baca Juga :Sah! Wisuda dan Study Tour PAUD hingga SMP di Nganjuk Resmi Dilarang, Ini Alasannya!
“Sebagian juga kami gunakan untuk mendukung program pembinaan lainnya,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa setiap orang punya peluang untuk berubah, selama diberi bimbingan dan kesempatan.
“Dengan dukungan yang baik, mereka dapat bertransformasi menjadi individu yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri,” tutup Ulin.



















