“Misalnya hari ini kita praktik buat dori katsu dan dimsum, untuk penyajiannya kita bedakan dengan dikukus dan digoreng sesuai minat anak,” imbuhnya.
Baca Juga :Pansus I DPRD Kabupaten Kediri Bahas Kode Etik DPRD, ini Tujuannya
Selain itu, dalam kegiatan pelatihan tim pelaksana penyiapan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil KEK (kurang energi kronis) dan balita gizi kurang, Dwi menekankan agar menggunakan bahan lokal yang mudah dijumpai di sekitar rumah. Serta memanfaatkan peralatan yang ramah lingkungan saat pendistribusian.
“Misalnya tidak dianjurkan untuk menggunakan plastik maupun sterofom, gunakan bahan yang ramah lingkungan. Jadi selain bahan makanan berbahan pangan lokal, juga kita gunakan yang ramah lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan yang merupakan salah satu penjabaran dari program kerja Dinas Kesehatan itu disambut baik oleh para kader, salah satunya adalah Zaqroq Elisya Zen.
Kader kesehatan asal Kelurahan Jamsaren itu menilai pelatihan itu memberikan banyak manfaat, salah satunya menjadi terobosan untuk pemenuhan gizi dengan cara merangsang minat konsumsi anak.
Baca Juga :Polres Malang Selidiki Penyebab Mobil Terbakar di Singosari, Kerugian Capai Rp245 Juta
“Karena bisa menjadi referensi untuk para kader dalam memberikan edukasi dan mempraktikkannya secara langsung. Dengan adanya inovasi dalam penyajian PMT, maka anak tidak akan bosan sehingga pemenuhan gizi pada anak akan tercukupi dengan baik,” kata dia.



















