Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Cuaca ekstrem masih menjadi penyebab utama bencana di Kabupaten Ponorogo. Tercatat dalam kurun enam bulan terakhir, setidaknya 110 kejadian bencana yang dilaporkan menerpa sejumlah wilayah di Bumi Reyog.
Dari ratusan bencana tersebut tanah longsor, banjir dan cuaca ekstrem menjadi kasus terbesar. Bahkan di antaranya menyebabkan kerugian materil.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, saat ditemui di kantornya, Rabu (3/7/2025) mengatakan, bencana yang tercatat sejak Januari hingga 30 Juni 2025 tersebut didominasi oleh faktor hidrometeorologi.
Baca Juga :Ternyata ini Alasan JPU Tuntut Terdakwa dengan Hukuman Mati Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Ngancar
“Dari total 110 kejadian, sebanyak 59 adalah tanah longsor, 41 banjir, dan sisanya 10 peristiwa cuaca ekstrem. Ini cukup menggambarkan faktor hidrometeorologi menjadi penyebab utama,” ungkap Masun, kepada wartawan.
Dari ratusan bencana yang terjadi selama satu semester terakhir tersebut, hampir seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Ponorogo terdampak. Hanya Kecamatan Mlarak yang tidak ada laporan terkait kebencanaan hingga akhir Juni.
“Dari 21 kecamatan di Ponorogo, Kecamatan Mlarak yang nihil laporan kebencanaan. Selain itu ada semua,” tegasnya.
Meski jumlah kasus tergolong tinggi, namun tidak menyebabkan korban jiwa. Hanya saja, kata Masun beberapa warga memang terdampak, bahkan harus mendapat perawatan medis.
Baca Juga :Tebar Paku di Jalan, 17 Anak Bawah Umur di Tulungagung Diringkus Polisi


















