Salah satunya dalam peristiwa longsor yang terjadi di wilayah Ngebel, yang sudah dua kali diterjang bencana dalam semester pertama ini.
“Insyaallah tidak ada yang meninggal. Ada yang harus dibawa ke rumah sakit, tapi kondisinya tertangani,” katanya.
Disinggung soal jumlah kerugian materiil, BPBD saat ini masih mengumpulkan rincian kerugian materiil dari tiap kejadian. Beberapa laporan masih dalam proses validasi oleh tim di lapangan.
“Kalau kerugiannya masih kita validasi,” paparnya.
Lebih lanjut, jika dibandingkan dengan tahun lalu, bencana di Kabupaten Ponorogo pada semester ini cenderung lebih sedikit.
Baca Juga :Pembunuhan Sekeluarga di Ngancar, Terdakwa Dituntut Hukuman Mati
Tahun 2024, total ada 347 kejadian bencana yang dilaporkan dan hampir setengahnya berupa tanah longsor.
“Tahun lalu ada 347 kejadian dan 45 persen merupakan tanah longsor. Tentu kami berharap masyarakat lebih waspada terutama yang tinggal di lereng, bantaran sungai, atau kawasan rawan lainnya,” pungkas Masun.


















