Proyek Tower BTS di Balerejo Madiun Tetap Berjalan Meski Sudah Ditegur Satpol PP

Proyek Tower BTS di Balerejo Madiun Tetap Berjalan Meski Sudah Ditegur Satpol PP
Proyek BTS di sogo yang terus berjalan meski di tegur satpol PP.(ist)

Madiun, SEJAHTERA.CO – Proyek pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) milik PT Mitra Teel di Dusun Sogo II, Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, tetap berjalan meski belum mengantongi izin resmi dari dinas terkait dan sudah mendapatkan teguran dari Satpol PP.

Pantauan pada Rabu (9/7/2025), terlihat tiga pekerja masih melanjutkan pembangunan, khususnya pembuatan akses jalan menuju lokasi tower.

Agus, salah satu pekerja di lokasi, mengaku sudah menyampaikan teguran dari Satpol PP kepada mandor proyek. Namun ia tetap diminta melanjutkan pekerjaan oleh sang mandor.

Read More

“Kalau saya ya ikut apa kata mandor. Disuruh lanjut ya saya kerjakan. Sekarang pengerjaan jalan aksesnya dulu,” ujar Agus.

Baca Juga :Sebanyak 25 Paket Sabu Disita, Pemuda Asal Kediri Diringkus Satresnarkoba

Ia menyebut mandor proyek berasal dari Klaten, Jawa Tengah, dan jarang berada di lokasi. Pengawasan proyek pun diserahkan ke salah satu pekerja. Soal izin, Agus mengaku tidak tahu-menahu. “Katanya sih sudah proses,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 24 Dusun Sogo II, Suwardi, membenarkan bahwa masyarakat pernah diajak komunikasi oleh pihak PT Mitra Teel melalui beberapa kali sosialisasi antara Februari hingga Maret 2025 lalu. Saat itu, sempat ada empat Kepala Keluarga (KK) yang keberatan karena jarak tower terlalu dekat dengan rumah warga.

“Awalnya ada yang menolak karena khawatir soal radiasi. Akhirnya titiknya digeser. Beberapa warga yang terdampak juga mendapat kompensasi,” jelas Suwardi.

Menurutnya, proyek telah mendapat izin lingkungan dari warga dan pemerintah desa. Namun ia tidak mengetahui apakah PT Mitra Teel sudah mendapatkan izin dari instansi teknis terkait pembangunan menara.

“Kalau izin ke dinas saya kurang tahu. Sosialisasi hanya sampai desa dan warga,” ungkapnya.

Baca Juga :Warga Kediri Temukan Pria Tewas di Parit Sawah, Diduga Kecelakaan Tunggal

Diketahui, lahan tempat tower dibangun merupakan milik warga bernama Muncar Saloko Aji, yang kini berdomisili di Kabupaten Ngawi. Lahan tersebut disewakan selama 11 tahun kepada PT Mitra Teel, dan proyek sudah berjalan sekitar satu bulan.

Suwardi juga mengeluhkan bahwa para pekerja proyek tidak menunjukkan identitas kependudukan (KTP). “Saya sempat minta, tapi tidak ada yang menunjukkan KTP. Mereka semua dari luar daerah,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *