Blitar, SEJAHTERA.CO – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Blitar telah rampung. Namun, dari total 49 SMP negeri yang ada, hanya 33 sekolah yang berhasil memenuhi pagu, sedangkan 16 sekolah lainnya masih kekurangan siswa.
Hal ini diungkapkan Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Binti Mustholifah, Sabtu (12/7/2025). Menurutnya, SPMB tahun ini dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada 30 Mei dan 30 Juni 2025.
“SPMB sudah selesai, dan siswa kini tengah bersiap mengikuti masa pengenalan sekolah yang dimulai Senin (14/7/2025),” ujar Binti.
Baca Juga :Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Tulungagung Naik Hingga 50 Persen
Total 10.564 siswa telah diterima di 49 SMP negeri yang tersebar di 22 kecamatan. Namun, belum semua sekolah mencapai kuota yang ditargetkan. Beberapa hanya kekurangan beberapa siswa, sementara sebagian lagi masih cukup jauh dari target.
“Jumlah sekolah yang sudah terpenuhi pagunya ada 33 sekolah. Sisanya belum,” katanya.
Menurut Binti, ada sejumlah faktor yang membuat banyak SMP negeri belum terpenuhi pagunya. Salah satunya karena beragamnya alternatif pendidikan yang dipilih masyarakat. Banyak orang tua memilih menyekolahkan anaknya di pondok pesantren yang juga menyediakan pendidikan formal.
“Tak semua orang tua memilih SMP negeri. Ada yang lebih memilih pesantren atau sekolah agama, bahkan menyekolahkan anak ke luar kota,” jelasnya.
Salah satu contoh adalah SMPN 1 Panggungrejo, yang hampir setiap tahun tidak bisa memenuhi kuota siswa. Lokasi yang jauh dari permukiman warga menjadi alasan utama para orang tua memilih sekolah lain.
Baca Juga :Semester Pertama 2025, Sampah di Tulungagung Tembus 20 Ribu Ton, DLH Imbau Warga Pilah Sampah
“Jarak menjadi kendala. Maka banyak yang memilih sekolah lebih dekat atau sekaligus mondok,” tambahnya.
Meski banyak sekolah kekurangan siswa, beberapa SMP negeri tetap menjadi favorit dan rebutan calon peserta didik. Di antaranya SMPN 1 Wlingi, SMPN 2 Wlingi, SMPN 1 Sutojayan, dan SMPN 1 Kanigoro.
“Sekolah-sekolah ini biasanya langsung penuh karena lokasinya strategis dan dikenal memiliki kualitas baik,” tutup Binti.



















