“Kami berharap program MBG ini melibatkan UMKM dalam penyediaan bahan baku makanan hingga penyajian. Petugas yang menyediakan makanan di SPPG atau dapur MBG juga diharapkan bisa berdayakan UMKM di sekitar sekolah,” katanya, Kamis (28/8/2025).
Dodi mengingatkan untuk membangun sistem pengawasan yang komprehensif dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait dalam program ini, termasuk simulasi-simulasi serta pengawasan pelaksanaannya harus sudah dimulai dan variasi menu.
“Contohnya makanan mengutamakan masakan khas nusantara, sesuai dengan lidah orang Jawa Timur, penyesuaian rasa ini untuk menyikapi kebiasaan anak-anak yang sering pilih-pilih makanan atau barangkali ada yang alergi makanan tertentu, yang tentunya juga memenuhi unsur gizi yang seimbang,” ujarnya.
Dodi berharap , program MBG bisa berjalan konsisten dan terus tepat waktu. Serta dijaga cita rasa dan kebersihan dalam penyajiannya. Dengan asupan makanan gizi yang memadai tumbuh kembang anak akan lebih baik.



















