Baca Juga :Mahasiswa Ditemukan Tewas Gantung Diri
“Tujuan kita bukan hanya membangun tempat wisata, tapi membuat masyarakat mengenal kembali sejarah masa keemasan Kadiri. Gen Z Kediri harus tahu sejarah ini sebagai khasanah budaya,” kata Suyono.
Suyono menambahkan bahwa narasi sejarah yang terukir pada aksara Jawa di miniatur bumi Panjalu mengisahkan asal-usul Kerajaan Kediri.
Kerajaan Panjalu bermula dari kebijakan Raja Airlangga yang pada tahun 1041 M membagi kerajaan Kahuripan menjadi dua: Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri).
Pembagian ini dilakukan untuk menghindari pertikaian antarpenerus kerajaan, dengan dibantu Brahmana Empu Bharada.
Baca Juga :Bupati Warsubi Sambut Kajari dan Ketua PN Jombang yang Baru
Kerajaan Kediri sendiri berada di wilayah yang diapit Gunung Kawi dan Sungai Brantas, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Mahaksubya (1289 M), Kitab Negarakertagama (1365 M), dan Calon Arang (1540 M).
Dengan konsep budaya yang kuat dan estetika yang kian tertata, taman pedestrian di barat Kali Paron diharapkan menjadi ruang publik edukatif yang memperkuat identitas Kediri sebagai kota berbudaya.



















