PSSI Lamongan Satukan Persepsi Wasit, Pelatih, dan Klub Demi Pembinaan Usia Dini

Insan sepak bola di Lamongan, mulai dari wasit, match commissioner, pelatih, pemain, hingga perwakilan klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) mengikuti penyegaran pemaham regulasi yang digelar PSSI Lamongan.
Insan sepak bola di Lamongan, mulai dari wasit, match commissioner, pelatih, pemain, hingga perwakilan klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) mengikuti penyegaran pemaham regulasi yang digelar PSSI Lamongan.(foto: istimewa)

Yunan menjelaskan, saat ini PSSI Lamongan memfokuskan pembinaan pada kelompok usia 10, 12, 14, hingga 17 tahun melalui kompetisi berjenjang. Beberapa di antaranya Liga Anak Megilan, Youth Elite Soccer League, Lamongan Super League, turnamen pelajar, hingga Piala Soeratin.

Baca juga:Buron Dua Bulan, DPO Pencurian Rumah Warga di Lamongan Ditangkap di Sumedang

“Kami berharap beberapa tahun ke depan hasilnya bisa kita rasakan. Saat ini fokus kami adalah memupuk dan mendidik pemain sejak usia dini. Karena itu, kami terus menghadirkan kompetisi yang berkesinambungan sebagai wadah pembinaan anak-anak Lamongan,” katanya.

Read More

Ia menambahkan, pemahaman regulasi menjadi kebutuhan penting dalam sepak bola modern. Kemampuan teknis pemain, menurutnya, harus diimbangi dengan pemahaman yang baik terhadap aturan permainan.

“Regulasi menjadi dasar terciptanya pertandingan yang adil dan profesional. Jika semua memiliki pemahaman yang sama, kesalahpahaman di lapangan dapat diminimalkan,” tegasnya.

Lamongan sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan pesepak bola yang mampu bersaing di level nasional. Sejumlah nama seperti almarhum Choirul Huda, Taufiq Kasrun, Dendy Sulistyawan, Ahmad Nur Hardianto, Birrul Walidain, Risqki Putra Utomo, hingga Muhammad Affani Ubaidillah menjadi bukti keberhasilan pembinaan sepak bola di Kota Soto.

Melalui sinergi antara pembinaan berkelanjutan, pemahaman regulasi, dan kompetisi yang sehat, PSSI Lamongan optimistis tradisi melahirkan talenta-talenta potensial akan terus berlanjut.

Di akhir kegiatan, Yunan menyampaikan apresiasi kepada seluruh klub dan SSB yang selama ini konsisten melakukan pembinaan pemain usia dini.

“Kami mengapresiasi teman-teman klub dan SSB yang tidak pernah lelah melakukan pembinaan. Tanpa peran mereka, PSSI Lamongan tentu tidak bisa berbuat banyak. Semoga apa yang selama ini dilakukan bisa terus kita pertahankan dan tingkatkan bersama,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *