Musiin mengatakan kegiatan karawitan tidak hanya bertujuan mengembangkan bakat siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kebudayaan tradisional.
Hal tersebut sekaligus mendukung program Kediri Berbudaya yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kediri. Menurutnya, upaya menjaga tradisi perlu dikenalkan dan dilatih sejak usia dini.
“Anak-anak tetap bisa menjaga seni karawitan ini untuk dilestarikan. Anak-anak juga harus tetap belajar sebagai penopang masa depan lebih baik, tetap fokus belajar dan positif dalam kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Paramartha Tri Gangsa dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal sekaligus mencintai seni tradisional. Di tengah perkembangan zaman, karawitan diharapkan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca juga:Kirab Merah Putih Raksasa Kota Kediri Diikuti 1.147 Peserta, Dikibarkan di Gunung Klotok
Dengan gamelan, gending, sinden, dan penari, para pelajar SMPN 3 Grogol menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di tengah kehidupan generasi muda.



















