Budi mengatakan, angka kematian akibat TB di Indonesia masih tinggi, yakni sekitar 120.000 hingga 140.000 penderita per tahun. Karena itu, skrining secara menyeluruh kepada masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren, menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Bapak Presiden Prabowo ingin TBC itu agar bisa tereliminasi dari Indonesia. Tadi sudah dicek, ditemukan 26 orang terindikasi TB. Kalau ketemu begini bisa diobati dan tidak menular,” terangnya.
Hasil skrining awal di Tebuireng menunjukkan 26 orang terindikasi TB. Temuan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pengobatan sesuai prosedur medis.
Sementara itu, Nyai Hj. Lelly Lailliya, jajaran pengasuh PP Tebuireng, mengapresiasi pelaksanaan skrining kesehatan gratis tersebut. Menurutnya, langkah Kemenkes memberikan kepastian penanganan bagi santri yang terindikasi TB.
Baca juga:Dubes Australia Rod Brazier Ziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng, Terpukau Toleransi Jombang
“Kebetulan tadi ditemukan 26 siswa yang ada indikasi TBC. Nah, untuk santri Tebuireng tidak perlu khawatir tertular. Karena nanti diberikan obat oleh Kemenkes RI secara gratis selama 1-3 bulan,” pungkasnya.



















