Persiapan itu mendapat dukungan dari pemerintah daerah, jajaran pengasuh pesantren, serta sejumlah tokoh lintas agama.
Sementara itu, Ketua Steering Committee Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, mengatakan materi persidangan telah memasuki tahap pencetakan. Panitia menyiapkan materi dalam dua bentuk, yakni digital dan cetak.
“Materi yang terkait dengan muktamar sudah masuk di percetakan. Kita pakai dua-duanya, ada yang file digital dan ada yang hardcopy untuk menghormati peserta muktamar yang belum terbiasa membaca berkas digital,” jelas Prof. Nuh.
Untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), data dari Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, hingga Pengurus Cabang Istimewa di luar negeri telah terverifikasi sekitar 95 persen dari target 546 entitas. Pengesahan akhir DPT ditargetkan selesai pada akhir pekan ini.
Muktamar Pertama di Abad Kedua NU
Prof. Nuh berharap Muktamar ke-35 NU menjadi perhelatan bersejarah karena merupakan muktamar pertama yang digelar pada abad kedua usia NU.
Pemilihan Pondok Pesantren Tambakberas sebagai lokasi muktamar juga memiliki nilai historis karena pesantren tersebut merupakan tempat salah satu muassis NU, KH Abdul Wahab Hasbullah, menimba ilmu dan mengembangkan perjuangan.
“Ini muktamar yang pertama di abad kedua. Tempatnya pun khusus di salah satu muassis Nahdlatul Ulama. Dari situlah tema besarnya: ayo sama-sama kita kembali pada roh dan jiwa yang sudah ditanamkan oleh para muassis, guyub, senang, rukun, dan memberikan kemaslahatan,” pungkasnya.
Selain peserta resmi, panitia memprediksi lebih dari 10.000 pendukung dan penggembira dari berbagai daerah akan memadati Jombang selama muktamar berlangsung.
Baca juga:Rumah Singgah Gratis dari Gereja untuk Muktamar NU, Bukti Toleransi di Jombang
Dukungan masyarakat juga terus mengalir secara swadaya. Warga turut berpartisipasi melalui penyediaan logistik pangan, hewan ternak, hingga posko layanan publik untuk mendukung kelancaran Muktamar ke-35 NU.



















