Kediri, SEJAHTERA.CO – Proyek RTH Alun-alun Kota Kediri yang sempat tersendat pembangunannya karena keterlambatan pengiriman beton, kini berlanjut dan pembangunan sudah mencapai 88,210 persen pada Kamis (23/11).
Dalam pembangunannya, konsep desain proyek dikerjakan oleh perencana arsitektur yaitu Andrean Martin. Dia mempertanyakan kenapa pengerjaan proyek tidak sesuai dengan desain awal yang dibuat olehnya.
“Saya tidak tahu kontraknya Andrean Martin seperti apa, tetapi untuk memunculkan Basic Engineering Design (BED) seperti gambar detail, gambar konstruksi, dan lain-lain itu ranah konsultan perencana,” jelas Bambang Srilukmono, Komisaris dari PT. Surya Graha Utama.
Bambang menjelaskan jika sebelumnya pihak kontraktor telah bertanya dalam rapat perihal penyesuaian desain, dari pihak konsultan menjawab sudah dilakukan penyesuaian dan telah disetujui.
Setelah rapat tersebut pihak kontraktor mengerjakan sesuai dengan desain perencanaan dari konsultan perencana. Namun selama pendampingan temporary yang dilakukan oleh Andrean Martin ia mengungkapkan kekhawatirannya,
“Ada sembilan item yang menjadi concern Andrean yang ia tanyakan kenapa tidak sesuai dengan basic design yang diberikan oleh Andrean,” jelas Bambang.



















