JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Hujan meteor adalah peristiwa langit di mana sejumlah meteor teramati memancar berasal dari satu titik di langit malam yang disebut dengan Radian.
Dikutip dari Space, Hujan meteor Quadrantid diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu (03/01/2024) dan Kamis (04/01/2024).
Fenomena hujan meteor yang diprediksi terjadi pada minggu pertama tahun 2024 akan memunculkan hingga 120 bintang jatuh perjam.
American Meteor Society bahkan memprediksi hujan meteor kali ini akan menjadi yang terkuat dengan durasi puncak hanya enam jam.
Puncak dari fenomena langit ini diperkirakan akan terjadi sekitar pukul 07.53 pagi EST atau 19.53 WIB pada 04 Januari 2024.
Rentang waktu sekitar pukul 07.53 pagi EST atau pukul 19.53 WIB pada 4 Januari akan menjadi waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Quadrantid di wilayah Amerika Utara.
Namun kesempatan terbaik bati mereka yang berada di wilayah barat Amerika justru pada waktu lebih awal, yakni pada malam hari.
Dikutip dari Space, hujan meteor diberi nama sesuai dengan nama rasi bintang tempat hujan meteor tersebut mucul.
Menurut Nasa, nama Quadrantid diambil dari rasi bintang Quadrans Mura yang berada di antara rasi Bootes dan Draco di langit utara.
Hujan meteor Quadrantid diperkirakan disebabkan oleh debu dan puing-puing yang tertinggal di bagian dalam tata surya oleh asteroid 2003 EH1, yang mengorbit matahari setiap 5,5 tahun Bumi.
Meteoroid adalah partikel kecil yang menghantam atmosfer bumi yang memanas dan menguap serta melepaskan energi yang terlihat sebagai seberkas cahaya di langit pada malam hari.
Dari berbagai sumber
Editor : Irwan Mafuthin



















