Debat Publik Perdana Pilbup Ponorogo Berjalan Panas, Para Paslon Saling Adu Data Hasil Pertanian

Debat Publik Perdana Pilbup Ponorogo Berjalan Panas, Para Paslon Saling Adu Data Hasil Pertanian
Pelaksanaan debat perdana di Gedung Kesenian Ponorogo. (istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Debat publik perdana antara calon bupati dan wakil bupati yang digelar KPU Kabupaten Ponorogo, pada Rabu (24/10/2024) berjalan panas.

Baca Juga :Gelar Lomba Pengibaran Bendera Tingkat SLTA, KAI Daop 7 Inspirasi Para Pelajar Gelorakan Persatuan dan Kebangsaan

Masing-masing pasangan calon (paslon) baik Ipong Muchlisoni – Segoro Luhur maupun Sugiri – Lisdyarita saling beradu gagasan.

Read More

Debat keduanya mulai panas ketika memasuki sesi keempat, dimana keduanya saling melempar pertanyaan dalam tema meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah.

Dalam pertanyaannya, paslon nomor urut 1 mempertanyakan terkait hasil padi 14 ton per hektar yang dijanjikan inkamben saat kunjungan presiden Joko Widodo ke Ponorogo.

Baca Juga :Rutan Kelas IIB Trenggalek Skrining HIV/AIDS 430 Warga Binaan, ini Alasannya

“Dulu njenengan matur mempunyai varietas padi yang mampu menghasilkan padi 14 ton per hektare sekali panen, tapi saat ini dimana hasilnya?,” tanya Luhur.

Menanggapi hal tersebut, Sugiri Sancoko mengaku jika varietas pada yang mampu menghasilkan 14 ton per hektare tersebut masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Sehingga perlu waktu untuk agar sesuai dengan diharapkan

“Itu sedang proses penelitian, namanya varietasnya KIP itu yang membawa Prof. Suhardi dari Malang. Kenapa belum bisa di Ponorogo karena kebiasaan kita menanam varietas siherang, IR dan lainnya. Kalau petani mau membiasakan saya jamin varietas KIP benih yang bagus,” jelas Sugiri Sancoko.

Baca Juga :Dansatgas TMMD 122 Kodim 0809/Kediri Sambut dan Dampingi Danrem 082/CPYJ Tinjau Kesiapan Penutupan TMMD

Sedangkan, paslon nomor urut 2 mempertanyakan terkait hasil panen di era kepemimpinan Ipong Muchlisoni dengan pemberian pupuk organik cair (POC) kepada petani senilai Rp 30 miliar.

“Njenengan pernah memimpin, saya ingin tahu pemberian POC senilai Rp 30 miliar kepada petani di era njenengan, itu berapa hasil panennya?,” tanya Sugiri.

Mendapat pertanyaan tersebut, Ipong menyebut jika pemberian POC tersebut bukan untuk memperbaiki hara dan kesuburan di dalam tanah akibat penggunaan pupuk kimia.

Baca Juga :Pemkab Kediri Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Sepawon Plosoklaten

“Jadi pemberian POC itu tidak semata-mata untuk meningkatkan produktivitas, tapi lebih kepada memperbaiki kualitas tanah akibat pemakaian pupuk kimia. Jika tanahnya sehat otomatis hasil akan naik,” papar Ipong.

Seusai debat Ipong Muchlisoni mengaku jika Pilbup tahun ini ibarat El Classico. Namun akan tetap berlangsung aman dan damai. Pun, pihaknya sudah menyampaikan seluruh visi dan misinya dalam debat pertama ini.

“Apa yang menjadi visi misi kita telah kita sampaikan kepada masyarakat, dan tentu harapan kedepan kita bisa menang,” tandasnya.

Baca Juga :Jual Arbal Tanpa Izin Edar, Pemuda Asal Blitar Diringkus Polsek Ngunut, Begini Kronologinya

Sementara itu, pasangan inkamben Sugiri Sancoko menyebut jika dalam debat ini tidak ada yang menang atau kalah. Ia mengatakan jika debat merupakan tempat untuk beradu gagasan untuk Ponorogo 5 tahun ke depan.

“Tidak ada menang atau kalah, namanya debat itu kan adu gagasan. Dan mudah-mudahan yang paling penting bagaimana kita bekerja dari dulu kan saya memang tidak bisa berkata-kata, karena saya pekerja keras,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *