Jombang, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 146 desa di 21 kecamatan di Kabupaten Jombang dikategorikan sebagai wilayah rawan bencana.
Baca Juga :Pjs Bupati Kediri Harapkan PAD Tahun 2024 Sebesar Rp600 Miliar Terpenuhi
Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala BPBD Jombang, Yudha Asmara, dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi lintas sektor.
“Dari data yang ada, terdapat 146 desa yang tersebar di 21 kecamatan yang masuk dalam kategori rawan bencana,” ungkap Yudha Asmara, Kamis (7/11/2024)
Yudha menjelaskan, beberapa kecamatan dengan risiko tinggi antara lain Kecamatan Perak yang memiliki 7 desa rawan bencana, Gudo dengan 6 desa, Ngoro 3 desa, Bareng 5 desa, Wonosalam 7 desa, Mojoagung 7 desa, Mojowarno 2 desa, Diwek 18 desa, dan desa-desa lainnya yang tersebar di berbagai wilayah.
Baca Juga :Antusiasme Warga Desa Petungroto Sambut Calon Bupati Kediri H. Deni Widyanarko
Ia menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan, terutama dengan memasuki musim hujan. “Seiring dengan musim hujan yang sudah tiba, kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada,” ujarnya.
Dalam rangka antisipasi, BPBD Jombang juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kesiapan program, alokasi anggaran, dan dukungan personel.
“Kami sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari kesiapan program preventif seperti kerja bakti, latihan simulasi, dan penetapan rumah hunian di daerah berisiko bencana,” paparnya.
Baca Juga :Pj Walikota Batu Berikan Pelayanan Posyandu Upaya Penurunan Stunting dan Kesehatan Lansia
Masih menurut Yudha, pihaknya juga mempersiapkan langkah-langkah penanganan pascabencana, seperti pengaturan personel dan distribusi bantuan. “Dengan persiapan ini, kami berharap dampak bencana bisa diminimalisir,” tuturnya.
Sementara, Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, menegaskan bahwa dengan ditetapkannya potensi rawan bencana, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga :Droping Air Bersih ke Tujuh Kecamatan Dihentikan, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Ponorogo
Apalagi seiring datangnya musim hujan tentu harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat.
“Karena sekarang mulai musim hujan, jadi kewaspadaan dini harus di tingkatkan,” pungkasnya.



















