Kekeringan Mulai Melanda, Dua Wilayah di Kabupaten Blitar Krisis Air Bersih 

Musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mulai meningkatkan kesiagannya.
BPBD ketika mengirimkan air bersih beberapa waktu lalu. (Aziz/sejahtera.co) 

Blitar, SEJAHTERA.CO –  Musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mulai meningkatkan kesiagannya. Instansi yang bermarkas di Wlingi ini proaktif soal distribusi air bersih.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto. Dia menjelaskan pasca musim kemarau mulai menggelora, pihaknya juga mulai mengirimkan air bersih.

Baca Juga : Sidang Penganiayaan Santri di Mojo, JPU Kejari Kabupaten Kediri Tuntut 15 Tahun Penjara

Read More

“Sudah ada yang minta air bersih. Dan kami kirimkan ke lokasi yang telah ditentukan,” kata Ivong, Selasa (6/8).

Dia mengatakan  desa yang mendapat distribusi air seperti di Dusun Wonosari, Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar dan Dusun Kalisudo, Desa Sumberkembar, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.

Lokasi itu memang selama ini menjadi langganan kekeringan dan kekurangan air bersih ketika kemarau. “Kecamatan Wates dan Binangun memang termasuk daerah Blitar selatan,” katanya.

Baca Juga :Disambut Antusiasme Warga Blitar, Arema FC Segera Rilis Tiket Online 

Pria berkacamata ini menambahkan, distribusi air menggunakan truk tangki milik BPBD. Truk tangki itu berkapasitas 6 ribu liter dalam sekali lagi.

Selain truk milik BPBD, armada bisa melibatkan instansi lain tergantung kebutuhan. “Untuk sementara truk milik BPBD,” katanya.

Dia menambahkan, dalam satu kiriman atau 6 ribu liter  digunakan  memenuhi kebutuhan air bersih bagi sedikitnya 35 kepala keluarga (KK). Air bersih diutamakan untuk memenuhi kebutuhan  sehari-hari.

Baca Juga :Tabrakan KA Kontra Avanza di Tulungagung, Humas KAI: Sopir Diduga Tak Indahkan Klakson dan Relawan

Minimnya debit air disebabkan karena sumber atau mata air yang selama ini digunakan,, debit airnya menurun. Sementara  lokasi rumah warga mayoritas berada di daerah pegunungan.

Reporter : Abdul Aziz Wahyudi

Editor : Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *