Harga Capai Rp 70 Ribu per-Kilogram, Petani Jombang Semringah

Petani cabai di Desa/Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, tengah menikmati lonjakan harga cabai yang mencapai Rp 70 ribu per kilogram.
Aktivitas panen cabai di Desa/Kecamatan Plandaan. (taufiqur/sejahtera.c)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Petani cabai di Desa/Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, tengah menikmati lonjakan harga cabai yang mencapai Rp 70 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi para petani, termasuk Lutfi, seorang petani cabai di desa tersebut, yang merasa sangat terbantu dengan kondisi ini.

Baca Juga : Kekeringan Mulai Melanda, Dua Wilayah di Kabupaten Blitar Krisis Air Bersih 

Read More

Di lokasi pertanian, hamparan luas tanaman cabai merah siap dipanen terlihat subur. Umur tanaman cabai ini telah mencapai tiga bulan, menandakan bahwa waktu panen raya sudah tiba.

Lutfi menjelaskan bahwa ia menanam cabai di lahan seluas 100 meter persegi dengan 400 batang cabai yang sudah memasuki masa panen.

“Biasanya sekali panen bisa menghasilkan 40-60 kilogram cabai merah. Sekarang harga cabai merah Rp 70 ribu per kilogram, dan cabai hijau Rp 25 ribu di petani,” katanya saat ditemui di lokasi panen, Selasa (6/8).

Baca Juga : Sidang Penganiayaan Santri di Mojo, JPU Kejari Kabupaten Kediri Tuntut 15 Tahun Penjara

Lutfi menambahkan, biaya yang dikeluarkan mulai dari penanaman hingga panen mencapai sekitar Rp 1,5 juta. Pengairan dilakukan dua minggu sekali karena musim kemarau yang sedang berlangsung.

“Panen dilakukan setiap minggu, dan penyemprotan juga dilakukan tiap habis panen untuk memastikan tanaman berbuah maksimal,” ujarnya.

Lutfi merasa senang dengan kenaikan harga cabai yang terjadi dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga ini membawa keuntungan yang signifikan bagi petani cabai, yang selama ini harus menghadapi berbagai tantangan dalam proses penanaman dan perawatan tanaman.

Baca Juga : Jelang Jamu Dewa United FC di Stadion Supriyadi Blitar, Manajemen Arema FC Datangkan LED

“Semoga cuaca tetap mendukung dan panen cabai bisa maksimal. Meskipun musim kemarau membawa hama, dengan perawatan ekstra, kami berharap panen tetap melimpah,” pungkasnya.

Reporter  : Taufiqur Rachman

Editor : Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *