Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin dan Syah Muhamad Natanegara atau Mas Syah kembali memimpin Kabupaten Trenggalek setelah dua bulan cuti di luar tanggungan negara karena mengikuti perhelatan Pilkada 2024.
Baca Juga :Memasuki Minggu Tenang, APK di Kabupaten Kediri DIbersihkan
Proses serah terima jabatan atau sertijab Pjs Bupati Trenggalek Dyah Wahyu Ermawati dengan Mas Ipin – Mas Syah itu berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Sabtu (23/11/2024) malam.
Selama menjalani cuti di luar tanggungan negara, kepemimpinan pasangan bupati dan wakil bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin – Mas Syah itu digantikan oleh Dyah Wahyu Ermawati, pejabat dari Provinsi Jatim. Bu Erma, begitu ia akrab disapa menjabat sebagai Pjs Bupati Trenggalek selama 2 bulan.
Dalam kepemimpinan Bu Erma, Mas Ipin menilai Kabupaten Trenggalek mengalami banyak perubahan. Dia berharap apa yang sudah dilakukan Bu Erma dapat terus dilakukan dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh jajaran di lingkup Pemkab Trenggalek.
“Saya mengamati meskipun dari kejauhan, njenengan kerjanya betulan bagus dan semoga nanti teladan-teladan yang ibu berikan itu bisa diteruskan oleh teman-teman sekalian di OPD menjadi satu contoh yang baik, yang bisa ditiru sebagai sense of professionalist,” kata Mas Ipin.
Tak lupa dalam kesempatan itu, Mas Ipin mengucapkan banyak terima kasih karena Bu Erma bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik saat pasangan Mas Ipin-Syah itu menjalani cuti.
Ia-pun juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkab Trenggalek karena bisa bersinergi dengan baik dengan pemimpin baru meskipun hanya sementara.
Baca Juga :Usai Terima Logistik Bilik Suara, PPS Pesantren Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara
“Bu Erma saya hanya mengucapkan terima kasih, bersyukur Trenggalek ini masih dikasihi Allah SWT. Dikirimkan orang baik seperti Bu Erma untuk mengisi dimasa krusial dengan sangat aman,” tukasnya.
Sementara itu Pjs Bupati Trenggalek nonaktif, Dyah Wahyu Ermawati menyebut, Bumi Menak Sopal sebutan lain Kabupaten Trenggalek menjadi daerah yang istimewa, bahkan disebut permata yang masih tersimpan.
Selain keramahan warganya, mereka juga dinilai memiliki kepedulian lebih terhadap lingkungan.
Baca Juga :Kalung Istri Anggota DPRD Dijambret saat Antar Anak Sekolah, Kerugian Ditaksir Rp 8 Juta
“Ini bukan suatu pujian saja, tetapi suatu tantangan bagaimana permata itu menjadi semakin mencuat dan menjadi suatu kekayaan di selatan dicintai, karena saya melihat orang-orangnya juga peduli pada lingkungan, apa-apa dikaitkan dengan lingkungan,” kata dia.
Selain potensi alam yang apik, dia menyebut Kabupaten Trenggalek sebagai permata yang tersimpan itu karena birokrasi apik yang diterapkan. Salah satunya adalah program Mening Deh.
Lewat program itu Pemkab Trenggalek bisa mengatasi disparitas layanan khususnya di daerah yang jauh dari area perkotaan.
Baca Juga :Kalung Istri Anggota DPRD Dijambret saat Antar Anak Sekolah, Kerugian Ditaksir Rp 8 Juta
“Kemudian pada prosesnya kami melihat berbagai hal yang menjawab rasa keingintahuan, bahwa Trenggalek sudah ada cikal bakal kegiatan seperti Mening Deh. Disitu saya melihat Trenggalek ini suatu permata yang masih tersimpan,” jelasnya.
Dengan sertijab itu secara otomatis menonaktifkan jabatan Pjs Bupati Trenggalek yang sebelumnya diemban Bu Erma. Ia-pun bakal kembali fokus ke Pemprov Jatim mengemban amanah sebagai Kadis DPM-PTSP. See you (sampai jumpa) Bu Erma.



















