Batu, SEJAHTERA.CO – Angka kasus HIV di Kota Batu selama kurun waktu 2024 mampu mengalami penurunan.
Hal ini disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu yang menjelaskan terdapat 79 kasus HIV baru pada 2024, turun dibandingkan tahun 2023 yakni sebanyak 121 kasus.
Baca Juga :Sah, UMK Ponorogo 2025 Naik 7 Persen, Kang Wie dan Kang Giri Beri Apresiasi
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, Susana Indahwati menjelaskan penurunan kasus HIV ini tidak terlepas dari upaya edukasi intensif yang dilakukan terhadap kelompok-kelompok berisiko.
“Edukasi pencegahan penularan menjadi salah satu langkah utama kami, terutama di komunitas berisiko tinggi. Selain edukasi, penanganan melalui pemberian antiretroviral (ARV) secara konsisten disertai pemantauan berkala untuk Viral Load dan CD4 juga menjadi kunci keberhasilan,” urainya, Kamis (19/12/2024).
Baca Juga :Cek Ketersediaan Sembako Aman, Menteri Perdagangan Kunjungi Pasar Madyopuro
Selain itu skrining potensi infeksi oportunistik seperti tuberkulosis (TBC) dan infeksi menular seksual (IMS) juga dilakukan sebagai langkah preventif. Sehingga pada 2024 tercatat adanya peningkatan jumlah skrining dengan 8.123 orang dibandingkan 5.436 orang yang di skrining pada 2023.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendeteksi dini sekaligus memutus mata rantai penularan HIV. Sehingga sebagai langkah antisipasi strategis, promosi kesehatan terus digencarkan, termasuk kepada kalangan remaja.
Baca Juga :Puluhan Pengunjung dan Pemandu Lagu Hiburan Malam di Kota Batu Jalani Tes Urine
“Kami ingin meningkatkan kesadaran generasi muda akan bahaya HIV dan perilaku yang menjadi penyebab utama penularannya,” ujarnya.
“Kami berharap tren penurunan ini dapat terus berlanjut dengan dukungan masyarakat melalui pola hidup sehat dan kesadaran untuk melakukan skrining secara berkala,” imbuhnya.
Baca Juga :Pelajar Trenggalek Tewas Tenggelam di Sungai Ngasinan saat Kejar Layangan Putus, Begini Kronologinya
Terlebih pencegahan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat yang merupakan kunci utama semakin memiliki rampak positif ketika dikombinasi dengan langkah preventif, deteksi dini, dan penanganan intensif dari Dinkes agar Kota Batu dapat terus optimis untuk mampu mengendalikan penyebaran HIV di masa mendatang.



















