Armada Bus Damri Trayek Tulungagung-Ponorogo Berkurang, Simak Penjelasannya

Armada Bus Damri Trayek Tulungagung-Ponorogo Berkurang, Simak Penjelasannya
Plt. Kabid Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung, Aries Prasetyo saat memberikan pernyataan soal operasional bus Damri trayek Tulungagung-Ponorogo (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Jumlah armada Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia (Damri) dengan Trayek Tulungagung-Ponorogo rupanya mulai dikurangi tahun ini. Bahkan Damri untuk trayek ini juga mengalami kendala akibat rusaknya jalan di Kecamatan Pagerwojo akibat bencana.

Baca Juga :Setahun Jumlah Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Blitar Tembus 3.273.409 Orang, Ini yang Paling Banyak Dikunjungi

Plt. Kabid Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung, Aries Prasetyo mengatakan, operasional Damri pada jalur perintis Tulungagung-Ponorogo resmi kembali beroperasi sejak Rabu (15/1/2025).

Read More

Hal itu lantaran Damri baru memperbarui kontrak yang berakhir pada Desember 2024. Namun dengan adanya kontrak baru ini, jumlah armada untuk Damri dengan trayek Tulungagung-Ponorogo mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya.

Diketahui, sebelumnya terdapat dua armada yang berangkat dari Tulungagung ke Ponorogo, namun saat ini hanya tinggal satu armada saja.

Baca Juga :Nusron Wahid Benarkan Ada Sertipikat HGB dan SHM di Kawasan Pagar Laut Tangerang, Ini Rinciannya

“Jadi tahun lalu total armada Damri trayek Tulungagung-Ponorogo maupun sebaliknya itu ada 4 armada. Dari Tulungagung ada 2 armada, dari Ponorogo juga 2 armada. Tetapi tahun ini berkurang hanya tinggal 1 saja,” kata Aries Prasetyo, Selasa (21/1/2025).

Pengurangan armada itu, ungkap Aries, diyakini karena tingkat keterisian penumpang Damri trayek Tulungagung-Ponorogo yang terbilang minim.

Pasalnya, diketahui jika tingkat keterisian penumpang Damri tersebut hanya mencapai 30 persen dari total keseluruhan kursi yang tersedia sebanyak 35 seat.

Baca Juga :Kasus TPPO, Polres Malang Tetapkan Tersangka 6 Pemilik Warung Kopi Cetol Pasar Gondanglegi

Sedangkan minimnya tingkat keterisian penumpang ini dikarenakan mayoritas penumpangnya merupakan para pedagang yang akan berjualan ke pasar terutama di Pasar Ngemplak.

Hal ini tentunya membuat tingkat keterisian penumpang Damri yang sampai di Terminal Gayatri Tulungagung terbilang sangat minim.

“Biasanya pedagang yang berasal dari Pagerwojo naik Damri dan turun di Pasar Ngemplak atau Pasar Wage, sehingga tingkat keterisian penumpang ini jadi minim,” ungkapnya.

Baca Juga :Pasar Lesu, Stok di Kandang Melimpah, dan Harganya Murah…!, Inilah Kondisi Telur Ayam Saat Ini

Disinggung soal bencana jalan longsor di Pagerwojo, Aries menyebut jika akibat kejadian itu, sangat mempengaruhi operasional Damri trayek Tulungagung-Ponorogo.

Hal itu mengakibatkan terhambatnya perjalanan armada bus Damri yang tidak bisa melalui jalur tersebut akibat terdampak longsor.

Menurut Aries, hal itu bisa disiasati dengan bus Damri yang dari arah Tulungagung menuju Ponorogo harus berhenti terlebih dahulu tepat di lokasi jalan yang rusak akibat longsor.

Baca Juga :Viral Video Diduga Bentrokan Antarkubu Perguruan Silat, Polisi Belum Terima Laporan

Kemudian nantinya penumpang bus turun di lokasi itu untuk pindah bus, sehingga bus Damri tinggal kembali ke terminal masing-masing.

“Jadi istilahnya dilangsir, masing-masing bus termasuk yang dari Tulungagung atau Ponorogo nantinya berhenti di lokasi jalan rusak kemudian bertukar penumpang dan kembali lagi,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *