Blitar, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 14 calon jamaah haji atau CJH asal Kabupaten Blitar dipastikan tak bisa berangkat haji musim tahun ini. Pasalnya, terkendala kondisi kesehatan alias belum memenuhi syarat kesehatan atau istithaah.
Baca Juga :Sempat Vakum 1,5 Tahun, Persik Kediri Store Kembali Hadir untuk Supporter
Hal itu diungkapkan Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Endro Pramono. Dia mengatakan jelang musim haji, pihaknya memang intens kaitannya dengan kondisi kesehatan para CJH.
Pemeriksaan kesehatan itu penting karena menjadi salah satu tiket untuk menunaikan ibadah rukun Islam terakhir itu. “Iya ada belasan yang dinyatakan istithaah atau belum memenuhi syarat Kesehatan. Banyak factor penyebabnya,” kata Endro Pramono, Minggu (2/2/2025).
Faktor penentu istithaah di antaranya CJH ketika menjalani tes kesehatan diketahui menderita atau terdeteksi penyakit jantung. Sehingga dikhawatirkan jika tetap nekat berangkat kondisi kesehatannya bakal terpengaruh.
Selain itu ada pula faktor lain yakni kurang terpenuhinya poin pada active daily living atau pemeriksaan kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.
“Nah, pemeriksaan kesehatan CJH tahun 2025 memang diperketat. Pemeriksaan memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental CJH dapat menunaikan ibadah haji tak terkendala,” ujarnya.
Dia menambahkan, sejauh ini, pihaknya sudah memeriksa sebanyak 500 CJH yang berasal dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar. Dari ratusan CJH itu diketahui ada 14 yang tidak memenuhi istithaah.
Baca Juga :Puluhan Warga di Ponorogo Keracunan Masal, Satu Meninggal Dunia.
Di antaranya mengidap jantung dan pemeriksaan ADL atau aktivitas hariannya rendah. Dengan begitu dinilai belum memenuhi istithaah untuk menjalankan ibadah haji.
Pemeriksaan kesehatan sendiri dilakukan menyeluruh. Utamanya pemeriksaan kesehatan fisik secara umum seperti laboratorium elektrokardiogram (EKG) untuk mengetahui keaktifan jantung.
“Selain itu juga ada pemeriksaan demensia atau pikun. Pemeriksaan ketiga berkaitan dengan ADL atau pemeriksaan kemampuan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Karena mayoritas para CJH usia di atas 40 tahun,” jelasnya.
Baca Juga :Diduga Tambang Pasir Ilegal Ditertibkan, Petugas Temukan Penggunaan Alat Berat
Dia menambahkan, selain pemeriksaan jantung, tim kesehatan juga pasang mata kaitannya dengan hipertensi. Selama ini, pemeriksaan dilakukan secara bergiliran dan dipusatkan di masing-masing puskesmas tak jauh tempat tinggal CJH.
Petugas bakal memeriksa secara menyeluruh kondisi Kesehatan. Hasil pemeriksaan itu akan di-update melalui aplikasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes). Ketika lolos Kesehatan, progress selanjutnya adalah melakkukan pelunasan biaya perjalanan haji (Bipih).



















