Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem di Kediri, Waspada Pohon Tumbang

Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem di Kediri, Waspada Pohon Tumbang
Pohon tumbang di wilayah Kediri saat angin kencang. (bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Warga Kabupaten Kediri di Minggu ini diminta lebih waspada dengan kondisi cuaca yang mudah berubah adanya angin kencang saat hujan deras atau kondisi terang.

Terkait cuaca ekstrem dan angin kencang ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mewaspadai adanya pohon besar yang tumbang ke jalan mengingat pohon besar lebih banyak di jalur Jalan Raya Kediri.

Stefanus Joko Sukrisno Kepala BPBD Kabupaten Kediri berharap ke warga Kabupaten Kediri untuk memahami kondisi cuaca dan tanda tanda alam. Ini merupakan pengurangan risiko kecelakaan yang disebabkan pohon tumbang.

Read More

Baca Juga :Bangunan Sukhoi Rp1,7 Miliar Kelar, Pertengahan Februari ini Diresmikan

“Harus tetap waspada dan hati-hati menyikapi cuaca saat ini. Utamakan keselamatan diri dan keluarga lebih utama. Kita juga menyikapi informasi dari BMKG adanya cuaca ekstrem pada saat ini secara nasional dan pantauan kebencanaan di wilayah Kabupaten Kediri,” ujatnya, Rabu (5/2/2025).

Ditambahkan Joko, berdasarkan data BMKG,saat ini Indonesia dikepung dua bibit siklon aktif. Dua bibit siklon tropis aktif yang berpotensi memberikan dampak dan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat dinamika atmosfer yang kompleks.

“Berdasar data BMKG per 2 Februari 2025, teridentifikasi dua bibit siklon tropis aktif yang berada di sekitar wilayah selatan Indonesia, yaitu Bibit Siklon 99S yang tumbuh di Samudra Hindia selatan Banten dan Bibit Siklon 90S yang tumbuh di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB),” urainya.

Baca Juga :Pedagang di Kediri Diminta Tidak Menimbun Sembako atau Gas LPG 3 Kilogram

“Sedangkan bibit Siklon 96P yang sebelumnya terbentuk di sekitar Teluk Carpentari dan status meluruh menjadi sirkulasi tekanan rendah dan sudah masuk daratan benua Australia, tetapi masih berkontribusi dalam membentuk pola cuaca di wilayah Indonesia, ” jelasnya.

Joko menjelaskan, data bmkg tersebut Meskipun dua bibit siklon di selatan Indonesia (99S dan 90S) yang masih aktif ini diprediksi bergerak ke arah barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia, tetapi dampak tidak langsungnya tetap terasa dalam bentuk peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

Joko mengatakan, kepala BMKG, menyebutkan kehadiran dua bibit siklon tropis yg masih aktif dan satu bibit siklon yg telah meluruh tersebut cukup meningkatkan kondisi dinamika atmosfer pada periode puncak musim hujan saat ini.

Baca Juga :Gelar Musorkab, Hakim Rahmadsyah Parnata Ditetapkan sebagai Ketua KONI Kabupaten Kediri Periode 2025-2029

Kombinasi antara bibit siklon, fenomena La Niña lemah, Monsun Asia, Seruak Udara Dingin dari Dataran Tinggi Siberia, dan aktivitas gelombang atmosfer, serta Madden Julian Oscillation (MJO) akan meningkatkan risiko cuaca ekstrem di banyak wilayah Indonesia.

Dalam sepekan terakhir, berbagai wilayah di Indonesia telah mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem. Beberapa catatan curah hujan tertinggi meliputi Kalimantan Timur dengan curah hujan 229 mm/hari dan Sulawesi Tengah 192 mm/hari pada 26 Januari.

Selain itu, Kepulauan Riau 154 mm/hari pada 27 Januari, serta Jabodetabek yang mencatat curah hujan hingga 264 mm/hari pada 28 Januari. Di wilayah lain, NTT mencatat curah hujan 105 mm/hari, Jawa Timur 137.8 mm/hari, Jawa Tengah 110.7 mm/hari, dan Sulawesi Selatan 106.2 mm/hari pada 29 Januari, kemudian di Papua Barat terukur 112 mm/hari pada 31 Januari 2025.

Baca Juga :Ditaklukan Persema Malang 2-1, Persepon Ponorogo Gagal Lolos 8 Besar Dengan Selisih Gol

Karenanya, BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat yang berada di daerah rawan longsor diimbau untuk lebih waspada, terutama saat hujan deras terjadi.

Aktivitas di area berlereng curam sebaiknya dihindari, dan tanda-tanda awal longsor seperti munculnya retakan tanah atau rembesan air harus diperhatikan dengan serius.

Selain itu, kondisi drainase perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan sistem saluran air berfungsi optimal, guna mengurangi risiko genangan dan banjir.

BMKG juga meminta masyarakat untuk mematuhi peringatan dini terkait cuaca ekstrem, terutama bagi nelayan dan operator transportasi laut yang berisiko terdampak gelombang tinggi.

Baca Juga :Sembilan Sekdes Berstatus ASN Ditarik Dipindah ke OPD, Ini Kata BKPSDM Kabupaten Tulungagung

Seluruh informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca dapat diakses melalui kanal resmi BMKG seperti website www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi InfoBMKG.

“Kami mengimbau seluruh pihak, baik masyarakat, pemerintah daerah, hingga instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Jangan sepelekan potensi dampak dari tiga bibit siklon ini,” imbaunya.

“Waspada, siaga, dan selalu pantau informasi resmi BMKG untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi, ” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *