Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Ponorogo mulai digarap secara serius. Sejumlah proyek meliputi normalisasi dam, pembuatan gorong-gorong sudetan menjadi solusi jangka pendek penanganan banjir di Bumi Reyog.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan titik lokasi yang kerap mengalami banjir yakni di Kelurahan Ronowijayan Kecamatan Siman dan Kelurahan Tonatan Kecamatan Ponorogo.
Kondisi endapan lumpur dan sempitnya drainase menjadi salah satu penyebab banjir saat hujan deras.
Baca Juga :Beraksi di 11 TKP, Pria Spesialis Pencuri Sepeda Pancal di Jombang Diciduk Polisi
“Untuk dam tambak kemangi kita bongkar dan buatkan pintu air serta normalisasi lumpur yang mengendap,” ungkap Sugiri Sancoko saat meninjau lokasi di Dam Tambak Kemangi yang berada di Kelurahan Tonatan, Kamis (17/4/2025).
Menurutnya banjir yang terjadi beberapa waktu lalu juga merendam sejumlah kantor pemerintahan. Mulai dari kantor Kemenag, Diskominfo, Bulog hingga Pengadilan Agama dan Negeri. Selain itu, banjir yang terjadi juga mengancam pertanian warga sekitar.
“Memang sedimennya sudah sangat tinggi ini kita normalisasi, lalu yang di Ronowijayan kita buatkan sudetan drainase agar air tidak meluap,” imbuhnya.
Lebih lanjut, anggaran sebesar, Rp4,4 miliar dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo untuk dua proyek pengendalian banjir tersebut.
Baca Juga :Faktor Ekonomi dan Pengaruh Pornografi di Gadget jadi Pemicu Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Pun, diharapkan setelah proyek tersebut selesai warga Kelurahan Ronowijayan dan Tonatan tidak harus kebanjiran.
“Ya ini memang proyek jangka pendek agar masyarakat sekitar sini tidak lagi kebanjiran. Kalau proyek jangka panjang nanti kita lakukan penghijauan dan pengembalian fungsi hutan,” pungkas bupati dua periode tersebut.



















