Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Puluhan warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk mendatangi Polres Nganjuk pada Selasa (22/4/2025) malam.
Kedatangan mereka ke Polres Nganjuk menggunakan sebuah minibus bertujuan untuk menuntut penyelidikan lebih lanjut terkait kasus penganiayaan yang menimpa salah satu warga mereka, Sonaji (30).
Sonaji diduga menjadi korban kekerasan salah sasaran yang terjadi di Pasar Tradisional Warujayeng sehari sebelumnya.
Massa yang datang sekitar pukul 21.20 WIB itu langsung menuju Unit Reskrim Polres Nganjuk setelah diterima di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Baca Juga :Kebijakan Tarif Trump Berdampak pada Supplier Kedelai dan Perajin Tahu di Jombang
Sambil menyuarakan tuntutan keadilan, mereka berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan.
Khoiriyah, adik kandung Sonaji yang turut hadir dalam aksi tersebut, menegaskan bahwa kakaknya bukanlah seorang pencuri seperti yang dituduhkan.
“Kakak saya bukan maling. Kami minta polisi untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku,” ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi singkat beredar luas dan memperlihatkan aksi kekerasan sejumlah orang terhadap Sonaji.
Penganiayaan tersebut diduga dipicu oleh tuduhan percobaan pencurian sepeda motor di Pasar Warujayeng.
Baca Juga :Duka Mendalam untuk Paus Fransiskus, Siswa SMP Katolik Gelar Ibadat Arwah
Namun, belakangan diketahui bahwa informasi tersebut keliru dan Sonaji bukanlah pelaku pencurian.
Hingga berita ini diturunkan Sonaji masih menjalani pemeriksaan di Polres Nganjuk.
Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus ini.
Warga Desa Sidoharjo berharap agar keadilan dapat segera ditegakkan dan pelaku penganiayaan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.



















