Kediri, SEJAHTERA.CO – Sekalipun musim kemarau basah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri tetap melakukan monitoring kawasan hutan di Gunung Wilis dan Gunung Kelud.
Ini upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang dilakukan BPBD Kabupaten Kediri di kawasan Gunung Wilis dan Gunung Kelud tersebut.
Stefanus Joko Sukrisno Kepala BPBD Kabupaten Kediri menyampaikan sangat penting adanya monitoring hutan di dua kawasan pegunungan tersebut.
Hal ini sebagai antisipasi pengurangan risiko kebakaran lebih luas dan mencegah terjadinya korban.
Baca Juga :Pro Kontra Sound Horeg, Ini Pandangan Ulama dan Pengusaha di Jombang
“Kita tetap intens pantauan di kawasan tersebut agar tidak terjadi kebakaran dan tidak merembet ke pemukiman warga. Musim cuaca panas ekstrem bisa saja terjadi kebakaran karena gesekan kayu kering,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).
Joko juga menghimbau, untuk warga yang bermukim di sekitar hutan tidak membakar ilalang, kayu dan sampah sembarangan.
Hendaknya ditunggu, jika terlepas dari pengawasan api bisa membakar kawasan hutan dan api cepat membesar terbawa angin.
“Demikian juga untuk pemburu hewan yang melakukan pengasapan di lubang hewan hidup, jika selesai pengasapan api hendaknya dimatikan, agar api tidak membesar. Jangan ditinggal begitu saja,” katanya.



















