Blitar, SEJAHTERA.CO – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DP3AP2KB Kota Blitar tak lama lagi menggelar vasektomi atau metode operasi pria.
Sebagai bentuk kompensasinya, DP3AP2KB Kota Blitar pun menggelontor uang kompensasi sebesar Rp1,6 juta.
Hal itu diungkapkan Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Parminto. Dia mengatakan tak lama lagi kantornya Kembali membuka operasi vasektomi atau MOP. MOP ini sudah menjadi agenda tahunan atau rutin digelar.
“Tahun 2025 ini kami Kembali menggelar MOP. Siapa saja boleh daftar, utamanya pria warga Kota Blitar. Dan nantinya bagi yang sudah MOP mendapatkan uang Rp1,6 juta,” kata Parminto, Minggu (27/7/2025).
Baca Juga :Warkop Karaoke di Tulungagung Digeruduk Petugas Gabungan, Amankan Puluhan Miras Tanpa Izin Edar
“Sekarang sudah bisa mendaftar, kapan waktunya akan kami informasikan lebih lanjut,” sambungnya.
Dia mengatakan uang Rp1,6 juta itu sebagai bentuk kompensasi. Pasalnya, pasca-MOP, peserta diimbau untuk tidak melakukan aktivitas berat. Dan uang Rp1,6 juta itu sebagai kompensasi ketika tidak bekerja selama beberapa hari lagi.
Bahkan, nilai kompensasi itu naik dibanding dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp1,2 juta saja. Kenaikan itu salah satunya pertimbangan kondisi perkembangan zaman.
“Karena sesudah MOP itu kan, si suami diimbau tidak boleh bekerja dahulu. Makanya, sebagai kompensasi akhirnya diberi uang Rp1,6 juta. Setidaknya sebagai pengganti selama tiga hari tidak bekerja,” katanya.
Parminto menjelaskan, MOP merupakan salah satu jenis operasi KB. Jika selama ini, KB identik dengan perempuan, bagi pria juga ada KB khusus, yakni MOP.
Baca Juga :Bentuk Kepedulian, Suporter Persik Kediri Gotong Royong Bersih-bersih Stadion Brawijaya
KB ini akurat bahkan 99,9 persen berhasil. MOP dilakukan dengan cara memotong saluran sperma. Sehingga sperma tak bisa membuahi lagi.
Dan satu hal yang dicatat, meski MOP tidak mengurangi kenikmatan selama berhubungan intim bersama pasangan. Bahkan bisa “mengeluarkan” sperma.
Hanya saja, sperma sudah tak bisa membuahi lagi. “Nanti ada testimoni bagi yang sudah menjalankan MOP. MOP ini tidak mempengaruhi kenikmatan berhubungan dengan istri,” katanya.
Tahun ini, lanjutnya mentargetkan bisa menggaet peserta MOP minimal 20 orang. Bahkan, semakin banyak semakin bagus.
Karena MOP ini adalah program pemerintah dalam rangka mengendalikan pertumbuhan penduduk. Saat ini, pria asal Kota Blitar yang sudah mengikuti MOP setidaknya sudah ada 100 lebih.
Baca Juga :Spesialis Curanmor Sawah di Nganjuk Akui Beraksi di 5 TKP
Mereka berasal dari sejumlah warga di Kota Blitar. Tertarik untuk mengikuti? Parminto pun mempersilakan pria untuk mendatangi atau menghubungi penyuluh KB di masing-masing kelurahan.
Atau bisa datang ke kantor DP3AP2KB Kota Blitar di Jalan Dr Sutomo Kota Blitar.



















