Batu, SEJAHTERA.CO – Pemenuhan kebutuhan gizi siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu masih mengandalkan layanan katering.
Dengan jumlah peserta didik 150 orang, biaya konsumsi yang ditanggung Kementerian Sosial (Kemensos) mencapai sekitar Rp270 juta setiap bulan.
Kepala SRMP 14, Yulianah, mengatakan sekolah tidak mengelola dana secara langsung. Semua kebutuhan makan siswa disediakan melalui pihak ketiga atas penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos.
“Sekolah hanya menyampaikan jumlah kebutuhan, sedangkan anggaran dan pembayaran langsung ditangani Kemensos. Jadi kami tidak menerima uang dalam bentuk apa pun,” jelasnya, Rabu (17/9/2025).
Baca Juga :Kecelakaan Maut di Ponorogo, Dua Pemotor Tewas Termasuk Seorang Pelajar
Setiap anak memperoleh tiga kali makan utama dengan nilai gizi seimbang dan dua kali snack berupa susu dan buah. Dengan tarif Rp15 ribu untuk porsi makan berat dan Rp7.500 untuk snack, kebutuhan harian mencapai sekitar Rp9 juta.
Jadwal makan telah diatur secara ketat: sarapan pukul 06.00, makan siang pukul 13.00, serta makan malam pukul 18.00 WIB. Menu disusun berdasarkan panduan Kemensos, namun dapat disesuaikan bila ada kondisi medis tertentu pada siswa.
Menurut Yulianah, selama ini kualitas layanan katering berjalan baik. Meski ada sebagian siswa yang enggan mengonsumsi beberapa jenis lauk atau sayuran, pihak sekolah tetap mendorong anak-anak untuk membiasakan diri menghabiskan makanan demi terpenuhinya kebutuhan gizi.
“Kami sudah memastikan menu yang diberikan cukup lengkap, ada nasi, lauk, sayur, dan buah. Tidak ada keluhan serius sejauh ini,” imbuhnya.
Baca Juga :Dua Terduga Pelaku Pengeroyokan Pemuda Babat Lamongan Ditangkap
Dengan sistem tersebut, SRMP 14 berharap siswa dapat memperoleh asupan bergizi secara konsisten sehingga proses pembelajaran berjalan lebih optimal.



















