Dinkes Pastikan Pemulasaran Jenazah HIV Tak Berbahaya, Ini Penjelasan Dinkes Kota Batu

Batu, SEJAHTERA.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menegaskan bahwa proses pemulasaran jenazah dengan HIV aman dilakukan, asalkan mengikuti prosedur kesehatan yang berlaku.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati, guna menjawab keraguan dan stigma yang masih berkembang di masyarakat.

“Risiko penularan dari jenazah HIV sebenarnya sangat kecil, bahkan hampir nol. Namun, kami tetap menerapkan protokol kesehatan ketat agar aman bagi petugas maupun keluarga,” ujar dr. Susana, Rabu (17/9/2025).

Read More

Baca Juga :SRMP 14 Kota Batu Masih Andalkan Katering, Per Bulan Habiskan Rp270 Juta

Menurutnya, virus HIV tidak mampu bertahan lama di luar tubuh manusia. Risiko penularan hanya mungkin terjadi bila ada kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh segar yang mengenai luka terbuka.

Karena itu, prosedur wajib dijalankan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Tahapan pemulasaran meliputi pembersihan tubuh jenazah dengan cairan disinfektan, penutupan bagian tubuh yang berpotensi mengeluarkan cairan, hingga pembungkusan berlapis dengan kain kafan atau plastik kedap air.

“Seluruh limbah medis juga harus dimusnahkan sesuai aturan setelah didesinfeksi,” jelasnya.

Dinkes Kota Batu tetap membuka ruang bagi keluarga untuk terlibat dalam prosesi pemulasaran, termasuk memandikan dan mengkafani jenazah, dengan catatan wajib mematuhi protokol.

Baca Juga :Kecelakaan Maut di Ponorogo, Dua Pemotor Tewas Termasuk Seorang Pelajar

Para modin desa dan kelurahan pun mendapat pelatihan khusus agar mampu mendampingi proses tersebut.

“Edukasi publik sangat penting agar stigma terhadap pasien maupun jenazah HIV berangsur hilang. Kami pun rutin mengadakan pelatihan minimal setahun sekali untuk memastikan pemulasaran dilakukan secara benar dan aman,” tambahnya.

Selain aspek keamanan, Dinkes Kota Batu juga mencatat adanya penurunan signifikan pada angka kematian akibat HIV dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini dinilai sebagai bukti bahwa penanganan medis dan edukasi masyarakat berjalan efektif.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *