Kediri, SEJAHTERA.CO – Menindaklanjuti laporan warga terkait kondisi hydrant di wilayah Kota Kediri, Satpol PP Kota Kediri bersama UPT Damkar, Dinas PUPR, PDAM Tirta Dhaha, dan Dinas Perkim melakukan pengecekan di sejumlah titik, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan pasokan air untuk mendukung penanganan kebakaran di berbagai wilayah Kota Kediri.
Baca Juga :Mediasi di DPRD Jombang Belum Temukan Solusi, Warga Kejombon Masih Tanggung Denda Rp7 Juta
Kepala Satpol PP Kota Kediri, Paulus Luhur Budi, menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan agar seluruh hydrant tetap berfungsi optimal dan siap digunakan sewaktu-waktu.
“Pengecekan ini untuk memastikan titik suplai air dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan pun diperlukan. Kami ingin memastikan seluruh perangkat pendukung penanganan kebakaran siap bergerak cepat,” ujarnya.
Tercatat ada 19 titik hydrant di wilayah Kota Kediri. Dalam kegiatan kali ini, tim melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi, di antaranya Jalan Teuku Umar, Jalan MT Haryono, Perumahan Mojoroto Indah, Perumnas Ngronggo, Jalan Dhoho, Jalan Pattimura, dan Jalan Medang Kamulan.
Baca Juga :Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Honda Vario di Jalan Raya Diwek Jombang
Dari hasil pengecekan di lapangan, seluruh hydrant dinyatakan berfungsi dengan baik, dengan tekanan dan debit air yang memadai untuk kebutuhan darurat.
Kepala UPT Damkar Kota Kediri, Dhany Adi Projo, menambahkan bahwa tekanan air pada setiap titik memang berbeda-beda, tergantung kondisi jaringan dan kepadatan pemukiman sekitar.
“Hydrant di wilayah padat penduduk berbagi suplai dengan kebutuhan rumah tangga, sehingga tekanannya sedikit lebih kecil. Namun, untuk penanganan kebakaran, debit airnya masih mencukupi,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Dhaha Kota Kediri, Yani Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan pengecekan ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat mengenai fungsi hydrant yang selama ini dianggap hanya pajangan.
“Pengecekan ini membuktikan bahwa hydrant di wilayah Kota Kediri dalam kondisi aman dan siap digunakan kapan saja,” tegasnya.
Melalui kegiatan pengecekan rutin seperti ini, pemerintah kota berharap kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran semakin meningkat, serta memastikan infrastruktur pendukung penanganan bencana tetap dalam kondisi optimal.



















