Blitar, SEJAHTERA.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional yang terjadi di emplasemen Stasiun Pasar Senen pada Jumat (22/5/2026). Gangguan ini berdampak pada sejumlah perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), termasuk kereta yang menuju maupun melintasi wilayah Daop 7 Madiun.
Baca juga:Haru Pemberangkatan 162 CJH Kota Blitar, Wali Kota Titip Doa untuk Daerah
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. “Kami memohon maaf atas gangguan operasional yang terjadi di emplasemen Stasiun Pasarsenen. Saat ini petugas telah menyelesaikan penanganan dan normalisasi jalur sehingga perjalanan kereta api kembali normal. Seluruh perjalanan tetap diberangkatkan meski mengalami keterlambatan,” ujarnya.
Sejumlah kereta api tercatat mengalami keterlambatan, termasuk yang melayani penumpang di Stasiun Blitar, yakni:
- KA 246B Majapahit relasi Pasar Senen–Malang, terlambat 20 menit (posisi Stasiun Pasarsenen).
- KA 152 Brantas relasi Pasar Senen–Blitar, terlambat 144 menit (posisi Stasiun Pasirbungur).
- KA 270 Matarmaja relasi Pasar Senen–Malang, terlambat 130 menit (posisi Stasiun Tegal).
- KA 162 Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang, terlambat 97 menit (posisi Stasiun Prupuk).
- KA 90 Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng, terlambat 115 menit (posisi Stasiun Karangsari).
Sebagai bentuk tanggung jawab atas ketidaknyamanan tersebut, KAI memberikan service recovery kepada pelanggan terdampak. Kompensasi diberikan di stasiun maupun di atas kereta, sesuai ketentuan yang berlaku, berupa minuman hingga makanan berat menyesuaikan durasi keterlambatan.
Bagi pelanggan yang memilih membatalkan perjalanan, KAI menyediakan pengembalian bea tiket (refund) sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan, yang dapat diproses di loket stasiun yang ditunjuk.
KAI menegaskan komitmennya untuk mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam setiap perjalanan. Evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Selain itu, KAI mengimbau para penjemput di sejumlah stasiun wilayah Daop 7 Madiun agar menyesuaikan waktu penjemputan dengan perkembangan keterlambatan perjalanan kereta api terdampak, demi kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan di area stasiun.



















