Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sejumlah SMP Negeri di Tulungagung terpaksa membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang II pada tahun ajaran 2026/2027. Langkah itu dilakukan karena masih ada sekolah yang kekurangan pendaftar setelah pelaksanaan SPMB gelombang I.
Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan sebanyak 48 SMP Negeri di Tulungagung telah menuntaskan tahapan daftar ulang bagi siswa yang dinyatakan lolos pada SPMB gelombang I.
Proses daftar ulang tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Senin (29/6/2026) hingga Selasa (30/6/2026). Menurutnya, seluruh siswa yang diterima pada gelombang pertama telah melakukan daftar ulang.
“Dua hari kemarin tahapan daftar ulang bagi siswa yang lolos seleksi SPMB gelombang I. Pantauan kami, semua siswa sudah melakukan daftar ulang,” kata Rifka Zuyun Umadah, Rabu (1/7/2026).
Meski gelombang pertama telah selesai, Disdik Tulungagung mencatat masih ada empat SMP Negeri yang belum memenuhi pagu siswa baru. Keempat sekolah tersebut memiliki jumlah pendaftar yang sangat sedikit selama proses seleksi gelombang I.
Adapun empat sekolah yang membuka SPMB gelombang II yakni SMP Negeri 1 Atap Sendang, SMP Negeri 4 Tulungagung, SMP Negeri 5 Tulungagung, dan SMP Negeri 6 Tulungagung.
Pendaftaran SPMB gelombang II dibuka pada Senin (1/7/2026) dan hanya berlangsung satu hari untuk jalur domisili. Setelah itu, tahapan verifikasi dilakukan pada 2 Juli, pengumuman hasil verifikasi pada 3 Juli, dan daftar ulang pada 4 Juli.
Baca juga:Mahasiswi UIN Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Setelah Lembur Kerjakan Skripsi
“Kami membuka SPMB gelombang II bagi sekolah yang masih minim pendaftar selama pelaksanaan SPMB gelombang I kemarin,” ujarnya.
Zuyun menjelaskan, pada gelombang II ini seleksi tidak lagi menggunakan jalur zonasi, prestasi, afirmasi, ataupun mutasi. Seleksi hanya dibuka melalui jalur domisili agar sekolah yang kekurangan siswa dapat segera memenuhi kuota.
Pelaksanaan SPMB gelombang II di Tulungagung juga dimaksudkan agar seluruh anak usia sekolah jenjang SMP yang belum lolos pada gelombang pertama tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Siswa dari berbagai wilayah di Tulungagung bisa mendaftar gelombang II selama mengikuti seleksi online dan masih terdapat kekurangan kuota di sekolah tujuan,” pungkasnya.



















