Blitar, SEJAHTERA.CO – Peristiwa tragis menimpa ADA (6), siswa TK Al-Hidayah asal Dusun Plosorejo, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Bocah malang itu tenggelam saat berusaha mengambil sandalnya yang jatuh ke Sungai Lodagung, Jumat (4/7/2025) sore sekitar pukul 14.30 WIB.
Baca Juga :Persik Kediri Perkuat Sayap Kiri, Gaet Pedro Matos Hadapi Liga 1
“Sampai saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian. Lokasi kejadian di Sungai Lodagung,” ujar Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi.
Sebelum tenggelam, korban bermain sepeda bersama teman-temannya menuju sungai, dan berhenti di dekat area pembuatan batu bata di tepi utara sungai. Saat asyik bermain di pinggiran, sandal korban jatuh ke sungai. Bocah itu kemudian berusaha mengambilnya, namun malah terpeleset dan tercebur ke sungai yang memiliki kedalaman hingga 2 meter.
Meski teman-temannya sempat mencoba menolong dengan meraih tangannya, korban tak berhasil diselamatkan dan akhirnya tenggelam terbawa arus.
Tangisan teman-temannya kemudian didengar warga sekitar yang langsung membantu pencarian dan memberi kabar ke keluarga korban. Diketahui, bocah tersebut telah pamit bermain sejak pukul 13.00 WIB namun tak kunjung pulang.
Baca Juga :Suran Agung 2025, Polres Madiun Perketat Pengamanan Jalur Rombongan PSHW
Warga bersama orang tua korban sempat mencoba mencari korban dengan berenang di sungai, namun tak berhasil. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Lodoyo Barat, yang langsung berkoordinasi dengan Polairud, BPBD Blitar, dan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian.
Upaya pencarian juga melibatkan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta untuk menutup pintu air yang terhubung ke sungai guna memperlambat arus dan mempermudah proses evakuasi.
Ciri-ciri korban saat terakhir terlihat adalah mengenakan kaos kuning dan celana pendek kuning. Di lokasi kejadian, hanya ditemukan sepasang sandal hijau milik korban yang mengapung di permukaan air.
Sungai Lodagung yang menjadi lokasi kejadian memiliki lebar sekitar 10 meter dengan kedalaman 180 cm hingga 2 meter. Saat kejadian, aliran sungai tergolong deras, lebih besar dibanding hari-hari biasa. Di tepian juga terdapat plengsengan yang curam, menambah risiko kecelakaan.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi orang tua agar tidak lengah dalam mengawasi anak-anak, terutama saat bermain di sekitar lokasi berbahaya seperti sungai.



















