Antisipasi Kekeringan, BPBD Tulungagung Siapkan 50 Unit Tandon Air

Antisipasi Kekeringan, BPBD Tulungagung Siapkan 50 Unit Tandon Air
Kepala Pelaksana, BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmadji saat memberikan pernyataan terkait bencana kekeringan di Tulungagung. (isal/memo)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mulai melakukan persiapan untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah.

Bahkan saat ini sejumlah tandon air sudah mulai disiapkan untuk nantinya didistribusikan pada wilayah yang terjadi kekeringan.

Kepala Pelaksana, BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmadji mengatakan, saat ini pihaknya masih belum menerima laporan adanya kekeringan.

Read More

Meski begitu, pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung yang rawan terjadi kekeringan selama musim kemarau.

Berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan, setidaknya terdapat 20 desa dari sembilan kecamatan di Kabupaten Tulungagung yang rawan terjadi kekeringan pada musim kemarau.

Baca Juga Tingkatkan Disiplin dan Ketegasan Personel, Satpol PP Kota Kediri Gandeng Brimob dan Bea Cukai Gelar Pelatihan Kapasitas

Mayoritas wilayah rawan terjadinya kekeringan ini berada di wilayah selatan di Tulungagung yang memiliki kontur geografis berupa pegunungan.

“Sudah kami petakan, mayoritas di wilayah pegunungan selatan seperti Campurdarat, Besuki, Tanggunggunung, Pucanglaban, Kalidawir, Bandung, Gondang, Rejotangan dan Pagerwojo,” kata Sudarmadji, Selasa (2/6/2026).

Selain pemetaan, ungkap Sudarmadji, pihaknya juga sudah mulai melakukan langkah antisipasi untuk menangani kekeringan di sejumlah wilayah selama musim kemarau.

Salah satunya dengan menyiapkan tandon air yang nantinya akan didistribusikan pada sejumlah wilayah yang mulai terjadi kekeringan.

Saat ini, pihaknya telah menyediakan sebanyak 50 unit tandon air dengan kapasitas maksimal dan mampu menampung air bersih sebanyak 1.200 liter.

Baca Juga Survei Kerusakan segera Dilakukan, Perbaikan Ruang Kelas SDN 1 Babadan Tulungagung Ditarget Sebelum Agustus 2026

Distribusi tandon air itu nantinya masih menunggu usulan dari masing-masing desa apabila kekeringan sudah mulai terjadi di wilayah tersebut.

“Teknisnya, setiap desa yang mulai meminta tandon akan kami kirim tandon air itu, kemudian kami juga melakukan droping air bersih. Sejauh ini belum ada permintaan,” ungkapnya.

Sudarmadji menyebut, pihaknya juga akan melakukan pengadaan tandon air tambahan apabila 50 unit tandon air yang dimiliki saat ini tidak mencukupi permintaan.

Bahkan pihaknya juga akan mengusulkan penambahan tandon air ke BPBD Provinsi Jawa Timur untuk menangani kekeringan di Kabupaten Tulungagung.

Selain tandon air, pihaknya saat ini juga sudah mulai menyiapkan Bronjong untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor di wilayah Tulungagung terutama saat memasuki musim penghujan.

Baca Juga Komisi D DPRD Jatim Peduli Keselamatan Lalu Lintas Kereta Api

Hal ini sesuai dengan arahan Plt Bupati Tulungagung untuk mempersiapkan perlengkapan antisipasi bencana.

“Kalau 50 unit tandon air itu masih kurang, kami akan pengadaan lagi atau bahkan kami usulkan ke BPBD Provinsi Jawa Timur. Kami juga mulai mengantisipasi tanah longsor dan sudah menyiapkan Bronjong,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *