Blitar, SEJAHTERA.CO – Arema FC dan Pemkot Blitar akhirnya duduk satu meja. Kali ini menjalin nota kesepahaman atau MoU soal penggunaan Stadion Supriyadi Kota Blitar pada Liga 1.
Baca Juga : Pasca Kecelakaan, Perlintasan JPL 243 Ditutup untuk Roda Empat, Ini Keterangan Humas PT KAI Daop 7 Madiun
Penandatangan MoU itu digelar di ruang Sasana Praja Kompleks Kantor Wali Kota Blitar.
“Dengan penandatangan MoU kali ini berarti stadion bisa digunakan pertandingan Arema. Ada beberapa kesepakatan yang harus dijalani,” kata Wali Kota Blitar, Santoso, Rabu (07/8).
Santoso menambahkan, dengan diizinkannya stadion pemkot berharap pertandingan lancar tanpa kendala. Dan yang lebih penting lagi, Kota Blitar aman. “Mudah-mudahan demikian,” harapnya.
Sementara itu, General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi mengatakan dengan diizinkannya Stadion Supriyadi sebagai home base timnya, menjadi momen penting Kota Blitar khususnya.
Kota Blitar mencatatkan sejarah pernah menjadi home base tim atas. “Selain itu juga bisa bagian upaya mengupgrade fasilitas di Stadion Supriyadi di bidang sepakbola,” katanya.
Baca Juga :18 Klub Siap Bersaing di BRI Liga 1, Sang Juara Persib Bandung Kontra PSBS Biak sebagai Pembuka
Dia menambahkan, soal keamanan selama pertandingan juga sudah dibahas bersama dengan Polres Blitar Kota. Mulai skema pengamanan hingga permasalahan rekayasa jalan dan lain sebagainya.
“Ketertiban menjadi kajian utama. Soal tiket, identitas dan lain sebagainya menjadi atensi,” katanya.



















