Atap Ruang Kelas di Blitar Rontok, KBM TK Al Hidayah Diliburkan, Bangunan Baru Digunakan 8 Bulan

Atap Ruang Kelas di Blitar Rontok, KBM TK Al Hidayah Diliburkan, Bangunan Baru Digunakan 8 Bulan
Ruang kelas TK A yang rontok usai tertimpa pohon tumbang di samping bangunan. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Dampak pohon roboh yang menimpa TK Al Hidayah 2 Desa Karangrejo, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar benar-benar membuat kerusakan berat. Saking kerasnya timpaan pohon, membuat genteng dan kayu usuk dan reng berantakan jatuh ke lantai.

Baca Juga :Polisi Beri Tanda Warna Putih Jalan Rusak di Jalan Raya Gampengrejo Kediri

Akibat kerusakan parah itu, untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar atau KBM ditunda. Nantinya, untuk sementara kegiatan belajar bakal dialihkan ke masjid yang lokasinya satu kompleks dengan TK.

Read More

“Untungnya pas kejadian tidak ada anak-anak yang belajar. Kegiatan belajar mengajar sudah selesai dan anak-anak sudah pulang,” kata Tamyis, pengurus Yayasan TK Al Hidayah 2, Jumat (31/1/2025).

Dia mengatakan bencana angin kencang itu terjadi pada pukul 13.00. Selain angin kencang beberapa lokasi juga disertai hujan. Nah, tiba-tiba pohon sengon yang tumbang ini memiliki diameter 1,5 meter dengan tinggi sekitar 10 meter lebih berada di samping kelas ambruk.

Baca Juga :Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar Serang 8 Desa, Rusak Bangunan, 2 Orang Terluka

Kerasnya timpaan itu membuat material di atas kelas amburadul alias rontok. “Suaranya keras. Petugas dan warga baru membersihkan pada Jumat pagi,” katanya.

Dia menjelaskan, TK Al Hidayah 2 sendiri memiliki enam bangunan. Dengan rincian dua kelas untuk Pendidikan anak usia dini atau PAUD dan sisanya untuk TK A dan B, masing-masing dua kelas. Nah, bangunan yang tertimpa pohon itu adalah bangunan untuk kegiatan belajar mengajar kelas TK A.

Baca Juga :Dinas PUPR Kabupaten Kediri Turunkan Dua Alat Berat untuk Perbaikan Jalan Putus Sepawon – Wonorejo Trisulo

Sebenarnya, bangunan yang tertimpa pohon itu usianya masih muda. Dibangun pada 2024 lalu atau masih usianya delapan bulan. Saat ini pihak yayasan yang mengelola pendidikan masih berusaha untuk mengupayakan Pembangunan Kembali ruangan yang rusak.

Pasalnya, saat ini anak-anak sudah memasuki kegiatan belajar mengajar. Bahkan, nantinya juga digunakan untuk kegiatan pada Ramadan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *